Wagub DKI: Pelonggaran PPKM Bikin Banyak Orang Keluar Rumah, Tetap Jaga Prokes!

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Selasa 21 September 2021 05:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 338 2474376 wagub-dki-pelonggaran-ppkm-bikin-banyak-orang-keluar-rumah-tetap-jaga-prokes-oJwwLZTTmA.jpg Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemprov DKI memberikan kelonggaran peraturan di masa PPKM. Hal ini diberikan pemerintah seiring dengan penurunan jumlah kasus baru covid-19 dan menurunnya tingkat keterisian tempat tidur di sejumlah rumah sakit.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patri mengatakan di masa pelonggaran PPKM saat ini mobilitas mulai meningkat. Dengan demikian, risiko penularan pun semakin meningkat. Ia mengimbau masyarakat untuk membatasi mobilitas dan patuhi protokol kesehatan.

“Justru di masa pelonggaran ini potensi orang keluar rumah meningkat, potensi kerumunan meningkat, pada akhirnya potensi interaksi dapat meningkat dan pada akhirnya potensi orang tertular juga bisa meningkat. jadi justru saat sekarang harus lebih ketat disiplin diri, hindari kerumunan, berada di rumah tempat terbaik,” kata Ariza di Balai Kota (20/9/2021).

Ia mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan agar tidak terjadi klaster Covid-19 baru di Jakarta.

“Ya tentu harus tanggung jawab orangtua dijaga. sedapat mungkin sekali lagi tempat yang terbaik apalagi bagi anak-anak dan orangtua adalah di rumah semuanya juga yang lebih baik di rumah, terlebih lagi bagi anak-anak dan orangtua. jadi kami minta tetap di rumah,” ucap Ariza.

Sementara itu Kadinkes DKI Jakarta Widyastuti menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19 di Ibu Kota."Alhamdulillah kondisi terkendali dan kita berharap warga masyarakat dan kita semua tentu tetap menjaga protokol kesehatan. Dan yang belum divaksin sekali lagi kita imbau, saat ini sudah tersedia berbagai jenis vaksin yang bisa dilakukan oleh masyarakat sesuai dengan kondisi Kesehatannya yang lebih aman dan bisa diterima dengan segala kondisi yang ada di masyarakat," ucap Widyastuti (20/9/2021).

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini