Puncak Musim Hujan di Jakarta Diperkirakan Awal Tahun 2022

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Kamis 23 September 2021 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 338 2475801 puncak-musim-hujan-di-jakarta-diperkirakan-awal-tahun-2022-UqrWWNAvUT.jpg Foto: Illustrasi Sindonews

JAKARTA - Plh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto mengatakan, memasuki musim hujan pemprov DKI mengedepankan kolaborasi untuk melakukan upaya preventif dalam menghadapi bencana banjir di Jakarta.

Sabdo mengimbau masyarakat bahwa puncak musim hujan diperkirakan di awal tahun 2022. “Kita selalu mengacu ke data BMKG, data BMKG itu, bahwa puncak musim hujan diperkirakan di bulan Januari, Februari,” kata Sabdo saat dihubungi, Kamis (23/9/2021).

Baca juga:  Jakarta Diguyur Hujan, Berikut Tinggi Muka Air di Pintu Air

“Kita lagi persiapan, sampai nanti siang pun kita masih persiapan dengan Pak Gubernur, yang jelas ada 2 hal, yaitu pengerukan waduk-waduk sedang dilakukan oleh teman SDA, kemudian kita melakukan sosialisasi, mitigasi untuk antisipasi musim hujan,” sambungnya.

Sabdo menekankan, bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian upaya preventif untuk menghadapi cuaca ekstrem, yakni dengan cara sosialisasi, membagikan buku panduan bencana kepada masyarakat, koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait.

Baca juga:  Pintu Air Sunter Hulu Siaga 3, Warga Diminta Waspada Banjir

“Kita sudah mempersiapkan, kita sudah melakukan sosialisasi, sebagaimana tahun lalu kita sudah menyebarkan buku panduan untuk masyarakat untuk mengurangi risiko bencana, kemudian kita melakukan koordinasi dengan lembaga relawan untuk persiapan menghadapi musim hujan sesuai arahan Pak Gubernur, mempersiapkan perahu, ban dalam, kemudian masih harus juga bisa melakukan evakuasi bersama atau mandiri dengan protokol kesehatan di masa pandemi Covid,” tuturnya.

Sabdo mengatakan, bahwa BPBD akan melaksanakan langkah-langkah antisipasi cuaca ekstrem seperti apel kesiap-siagaan di pertengahan Oktober mendatang.

“Kita insyaalah di pertengahan Oktober akan melaksanakan apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan sebagaimana kita lakukan pada tahun lalu. Kemudian rapat koordinasi dengan pimpinan, pak gubernur sedang dilaksanakan terhadap SKPD2, untuk mengurangi risiko bencana tentunya,” ujarnya.

Sabdo mengatakan, bahwa pemprov DKI berupaya untuk melakukan langkah-langkah preventif untuk meminimalisir dampak bencana dan jumlah korban.

“Insyaalah, kita berupaya semaksimal mungkin untuk tidak terjadi korban, mengurangi korban, dan kita mempercepat recovery, misalnya ada air genangan, kita cepat mengeringkan,” katanya.

Sabdo menuturkan bahwa pihaknya saling berkoordinasi dengan BMKG terkait penanganan cuaca ekstrem.

“kita berkoordinasi, BPBD selalu update informasi dengan BMKG karena mereka adalah lembaga resmi yang mengeluarkan pernyataan ini (cuaca ekstrem) untuk kita teruskan ke masyarakat melalui medsos kita, twitter, facebook, maupun Instagram kita,” ucapnya.

Sabdo menyatakan bahwa tahun lalu pihaknya telah membagikan buku panduan bencana untuk masyarakat yang bermukim di daerah terdampak bencana melalui RT, RW, Lurah.

“Sudah kita sebarkan, melalui kelurahan, lurah, RT, RW terutama daerah-daerah terdampak. Tahun lalu sudah kita sebarkan,” tandasnya.

Sabdo berharap seluruh masyarakat untuk saling besinergi untuk menghadapi bencana seperti banjir, gempa maupun tanah longsor.

“Kita selalu ikhtiar, pemprov DKI Jakarta selalu ikhtiar dan kolaborasi karena bencana ini menjadi tanggung jawab bersama termasuk media juga ikut bertanggung jawab, melibatkan semua semua unsur, TNI, Polri, lembaga, relawan, masyarakat, juga harus bisa bersama-sama menanggulangi bencana, apakah itu banjir, gempa atau tanah longsor,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini