Investasi Bodong, Oknum Guru Madrasah Bawa Kabur Uang Rp23 Miliar

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Kamis 23 September 2021 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 338 2475875 investasi-bodong-oknum-guru-madrasah-bawa-kabur-uang-rp23-miliar-L51RqdetLv.jpg Kapolres Bogor, AKBP Harun saat jumpa kasus penipuan (foto: Okezone/Putra RA)

BOGOR - Oknum guru madrasah berinsial I (32), dibekuk polisi lantaran melakukan aksi penipuan investasi bodong dan arisan sembako di wilayah Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Dari aksinya, pelaku menggelapkan uang sebesar Rp23 miliar.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat yang telah ditipu oleh pelaku. Modusnya, pelaku mengajak masyarakat untuk melakukan investasi uang dan menjanjikan keuntungan sebesar 40% setiap bulan.

"Ini dilakukan pelaku sejak Oktober 2019 lalu. Awalnya lancar karena sering main trading dan kalah terus akhirnya pelaku rugi yang berimbas pada modus investasi bodongnya," kata Harun kepada wartawan di Mapolres Bogor, Kamis (23/9/2021).

Baca juga: Pura-Pura Ada Hajatan, Pria Ini Bawa Kabur 6 Karung Beras

Tak hanya itu, lanjut Harun, pelaku juga melakukan penipuan lainnya dengan membuat arisan barang atau sembako untuk Hari Raya Lebaran. Dari hasil penyelidikan, ada sekitar 837 orang dengan total uang yang dibawa oleh pelaku sebesar Rp23 miliar.

"Karena tak bisa membayar, tersangka ini kabur ke beberapa daerah sebelum berhasil kami tangkap di tempat persembunyiannya di Sumedang," jelasnya.

Baca juga:  Tipu Korbannya hingga Puluhan Juta, Penjual Madu Palsu Ditangkap

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti hasil penipuan berupa aset tanah seluas 3 hektare, dua unit sepeda motor, 8 buku tabungan dan lainnya. Tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP, Pasal 372 KUHP dan Pasal 46 Ayat 1 Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan Pasal UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang perbankan Jo Pasal 69 UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang otoritas jasa keuangan.

"Ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara dan denda minimal Rp 10 miliar dan maksimal Rp 200 miliar," pungkas Harun.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini