Anies Perintahkan Banjir Harus Surut Kurang dari 6 Jam

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Kamis 23 September 2021 21:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 338 2476018 anies-perintahkan-banjir-harus-surut-kurang-dari-6-jam-7Dbd4rq6aX.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi perintah kepada bawahannya agar penanggulangan banjir di Jakarta surut kurang dari 6 jam.

(Baca juga: Kompak Bisnis Sabu, Pasutri dan Putri Cantiknya Digulung Polisi)

"KPI (Key Performance Indicator) yang diharapkan pak Gubernur tadi kurang dari 6 jam," ujar Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Sabdo Kurnianto saat ditemui di Balai Kota (23/9/2021).

Sabdo menekankan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian upaya preventif untuk menghadapi cuaca ekstrem, yakni dengan cara sosialisasi, membagikan buku panduan bencana kepada masyarakat, koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait.

(Baca juga: Gerald Sokoy, Nakes yang Hilang di Kiwirok Masih Hidup dan Berada di Markas OPM)

“Kita sudah mempersiapkan, kita sudah melakukan sosialisasi, sebagaimana tahun lalu kita sudah menyebarkan buku panduan untuk masyarakat untuk mengurangi risiko bencana, kemudian kita melakukan koordinasi dengan lembaga relawan untuk persiapan menghadapi musim hujan sesuai arahan Pak Gubernur, mempersiapkan perahu, ban dalam, kemudian masih harus juga bisa melakukan evakuasi bersama atau mandiri dengan protokol kesehatan di masa pandemi Covid,” kata Sabdo saat dihubungi (23/9/2021).

Dia melanjutkan, tahun lalu pihaknya telah membagikan buku panduan bencana untuk masyarakat yang bermukim di daerah terdampak bencana melalui RT, RW, Lurah.

“Sudah kita sebarkan, melalui kelurahan, lurah, RT, RW terutama daerah-daerah terdampak. Tahun lalu sudah kita sebarkan,” ucapnya.

Oleh karena itu, memasuki musim hujan pemprov DKI mengedepankan kolaborasi untuk melakukan upaya preventif dalam menghadapi bencana banjir di Jakarta.

Sabdo berharap seluruh masyarakat untuk saling besinergi untuk menghadapi bencana seperti banjir, gempa maupun tanah longsor.

“Kita selalu ikhtiar, pemprov DKI Jakarta selalu ikhtiar dan kolaborasi karena bencana ini menjadi tanggung jawab bersama termasuk media juga ikut bertanggung jawab, melibatkan semua semua unsur, TNI, Polri, lembaga, relawan, masyarakat, juga harus bisa bersama2 menanggulangi bencana, apakah itu banjir, gempa atau tanah longsor,” jelasnya.

Sabdo melanjutkan, puncak musim hujan diperkirakan di awal tahun 2022. “Kita selalu mengacu ke data BMKG, data BMKG itu, bahwa puncak musim hujan diperkirakan, di bulan Januari, Februari,” katanya.

“Kita lagi persiapan, sampai nanti siang pun kita masih persiapan dengan Pak Gubernur, yang jelas ada 2 hal, yaitu pengerukan waduk-waduk sedang dilakukan oleh teman SDA, kemudian kita malakukan sosialisasi, mitigasi untuk antisipasi musim hujan,” sambungnya.

Sabdo mengatakan, bahwa BPBD akan melaksanakan langkah-langkah antisipasi cuaca ekstrem seperti apel kesiap siagaan di pertengahan Oktober mendatang.

“Kita insya Allah di pertengahan Oktober akan melaksanakan apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan sebagaimana kita lakukan pada tahun lalu. Kemudian rapat koordinasi dengan pimpinan, pak gubernur sedang dilaksanakan terhadap SKPD2, untuk mengurangi risiko bencana tentunya,” ujarnya.

Menurutnya, Pemprov DKI berupaya untuk melakukan langkah-langkah preventif untuk meminimalisir dampak bencana dan jumlah korban.

“Insya Allah, kita berupaya semaksimal mungkin untuk tidak terjadi korban, mengurangi korban, dan kita mempercepat recovery, misalnya ada air genangan, kita cepat mengeringkan,” katanya.

Sabdo menuturkan bahwa pihaknya saling berkoordinasi dengan BMKG terkait penanganan cuaca ekstrem.

“Kita berkoordinasi, BPBD selalu update informasi dengan BMKG karena mereka adalah lembaga resmi yang mengeluarkan pernyataan ini (cuaca ekstrem) untuk kita teruskan ke masyarakat melalui medsos kita, twitter, facebook, maupun Instagram kita,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini