Sindikat Penyelundupan Benih Lobster Ditangkap di Muara Baru

Yohannes Tobing, Sindonews · Jum'at 24 September 2021 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 338 2476382 sindikat-penyelundupan-benih-lobster-ditangkap-di-muara-baru-HQVzk0GyVg.jpg Ditpolair Baharkam Polri saat jumpa pers penyelundupan benih lobster (foto: MNC Portal/Yohannes)

JAKARTA - Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster dari Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Direktur Polair Korpolairud Baharkam Polri, Brigjen Yassin Kosasih mengungkapkan kasus ini berawal saat pihaknya menerima laporan masyarakat terkait penyelundupan benih lobster.

Baca juga:  Polisi Gagalkan Penyelundupan Benur Rp2,5 Miliar di Lebak Banten

Setelah mendapat laporan tersebut petugas Gakkum Ditpolair langsung melakukan penyelidikan. Petugas mendapati mobil Mitsubishi Kuda D 1855 EU yang dikendarai tersangka IS di sekitar pelabuhan tersebut.

"Petugas langsung menggeledah mobil yang dibawa tersangka IS. Ternyata didalam mobil tersebut ditemukan empat koper warna hitam yang dibungkus karung diduga benih bening lobster," kata Yassin di Mako Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Jakarta Utara, Jumat (24/9/2021).

Baca juga:  Perangi Penyelundupan, RI Ajak Vietnam Budidaya Lobster

Setelah mengamankan IS, polisi juga membekuk tersangka lainnya MH yang diketahui berdasarkan informasi berperan sebagai nakhoda speed boat yang nantinya akan mengirimkan benih lobster dari Muara Baru menuju Batam.

Selanjutnya, polisi langsung memburu satu tersangka berinisial BPS yang diketahui sebagai pemilik sekaligus pemodal dari bisnis ilegal benih lobster yang bertempat di wilayah Sentul, Jawa Barat.

"Berdasarkan keterangan IS dan MH, diketahui bahwa benih bening lobster tersebut milik seseorang berinisial BPS," ucap Yassin.

"Saat ditangkap, BPS mengaku bahwa pengiriman benih lobster diatur oleh seseorang lainnya, LS dan diamankan Tim Gabungan Subdit Gakkum dan Subdit Intelair Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri," Sambungnya.

Dalam kasus ini, polisi menangkap empat tersangka yakni IS, MH, BPS, dan LS. Para tersangka dijerat pasal 92 juncto pasal 26 ayat (1) UU RI nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta pasal 88 UU RI nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan juncto pasal 55 KUHP dengan hukuman 8 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini