Oknum Dishub Terlibat Kasus Ranjau Paku, Ini Kata Polisi

Ari Sandita Murti, Sindonews · Jum'at 24 September 2021 16:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 338 2476404 oknum-dishub-terlibat-kasus-ranjau-paku-ini-kata-polisi-SgMNbHGAmy.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA-Polisi memastikan, tak ada keterlibatan oknum petugas dalam kasus ranjau paku yang dilakukan BIP (43) di sepanjang Jalan MT Haryono-Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Sebabnya, pelaku beraksi seorang diri dalam kasus tersebut.

(Baca juga: Perwira Cantik Ini Alami Gangguan Mental, Jenderal Andika Bikin Keputusan Mengejutkan)

Dalam video viral yang beredar, pelaku penebar paku itu diamankan oleh warga sekitar dan pengendara motor lainnya. Dalam video itu, disebut-sebut ada oknum petugas Dishub DKI yang terlibat dalam kasus itu, hanya saja polisi membantahnya.

"Itu tak ada (keterlibatan oknum), dia bekerja sendiri, meski begitu kami akan dalam lebih lanjut terkait keterlibatan pihak lain karena proses penyidikan terus berlanjut," ujar Kapolsek Tebet, Kompol Alexander Yuriko Hadi pada wartawan, Jumat (24/9/2021).

(Baca juga: Dikabarkan Jadi Tersangka, Azis Syamsuddin Batal Diperiksa KPK karena Isoman)

Pihaknya mendalami lebih lanjut apakah pelaku menebarkan paku selain di Jalan MT Haryono-Gatot Subroto lantaran insiden gembos ban tak hanya terjadi di dua jalur itu saja. Kepada polisi, pelaku mengaku sudah satu bulan melakukan aksi tebar paku itu, yang mana perhari pelaku bisa mendapatkan 3 kali lebih pemotor yang menambal ban di bengkel portabelnya itu.

"Sehari bisa 3 kali, misal tiap ganti ban Rp 75 ribu, maka sebulan bisa dihitung sendiri pelaku dapat untungnya berapa (Rp 6,7 juta dengan asumsi satu bulan 30 hari)," tuturnya.

Dia menambahkan, aksi pelaku yang dengan sengaja menebar paku dan menaikan tarif perbaikan di bengkelnya itu dengan harga tinggi membuat masyarakat pengguna jalan kesal dan resah. Alhasil, banyak aduan masuk ke akun media sosial milik polisi, baik melalui Twitter maupun Instagram.

"Paku itu tak sama dengan paku biasa, dia pakai besi dari payung, di potong 5 cm yang ada rongganya sehingga saat kena ban, ban langsung gembos, beda kalau paku biasa kan tak langsung gembos. Agar sama warnanya dengan aspal, dia bakar dahulu pakunya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini