Hari Ini, Pemkot Bogor Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 28 September 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 338 2477810 hari-ini-pemkot-bogor-gelar-simulasi-pembelajaran-tatap-muka-terbatas-c49Wv89gtQ.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) tiga sekolah di Kota Bogor pada Selasa 28 September 2021. Ketiga sekolah yang terpilih itu yakni SMPN 5, SMP PGRI 5 dan Boarding School Bintang Pelajar.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, simulasi ini sebagai langkah mematangkan rencana PTM serentak awal pekan depan. Pada dasarnya, Pemkot Bogor sempat menunda karena ingin memastikan kesiapan protokol kesehatan dan lainnya.

"Penundaan PTM didasarkan prinsip kehati-hatian dan betul-betul bisa tetap dibuktikan di lapangan dengan sistem surveilans yang kuat dan berjalan," kata Bima, dalam keterangannya.

Baca juga: Khofifah Bantah Ada Klaster Sekolah Tatap Muka di Jatim

Saat ini, lanjut Bima, berdasarkan kondisi yang berkembang terkait PTM, ada opini yang tidak tepat mengenai penamaan klaster di sekolah. Padahal, belum tentu terpapar di sekolah saat PTM atau bisa juga karena akumulasi dari kasus-kasus lama.

"Karena itu dibutuhkan sistem surveilans yang betul kuat dan komunikasi yang terjalin pun harus canggih dengan melibatkan semua pihak terkait, mulai dari sekolah, guru, pengawas hingga komite," tegasnya.

Baca juga:  Satgas Covid-19: Jika Ada Kasus Positif segera Tutup Sekolah

Selain itu, Bima meminta langkah-langkah antisipasi dipersiapkan. Jika ada anak yang tidak masuk satu hari, sistem langsung bekerja proaktif mengecek kesehatan dan diswab oleh Dinkes atau Puskesmas.

"Jika hasilnya positif (Covid-19), cek kontak erat dan kelasnya di stop dulu. Menurut saya ini kuncinya dan surveilans ini harus memastikannya, apakah dari sekolah atau bukan," ungkap Bima.

Kemudian, pelaksanaan tes swab antigen harus rutin dilakukan sepekan sekali. Tujuannya bukan hanya sekedar untuk mengidentifikasi, tetapi juga agar para siswa dan pihak sekolah lebih hati-hati.

Bima pun menugaskan para direktur vaksin bergerak, memonitor dan mengecek, baik ketika di kelas maupun saat jam PTM selesai berkoordinasi dengan aparatur wilayah dan Puskesmas serta pihak terkait.

"Patroli juga harus siaga, bergerak dan memutar. Minggu pertama penerapan PTM ini penting," pintanya.

Baca juga:  Ada Siswa Terpapar Covid-19, Ridwan Kamil: PTM Harus Dihentikan

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi menambahkan pada intinya sekolah harus memiliki kesiapan sesuai dengan aturan yang tertuang dalam SKB 4 menteri. Hanya sekolah yang terverifikasi faktual yang akan melaksanakan PTM terbatas.

"Hanya sekolah yang terverifikasi secara faktual dan memiliki persiapan matang serta tidak sembarangan yang akan melaksanakan PTM terbatas. Hal ini dilakukan agar dalam pelaksanaannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi tidak semua sekolah di kabulkan verifikasi faktualnya dan ini menjadi masukkan bagi Satgas Covid-19 Kota Bogor dalam mengambil keputusan," ucap Hanafi.

Dari seluruh SMP di Kota Bogor, hanya 43 SMP yang akan menerapkan PTM terbatas tahap pertama pada 4 Oktober. Durasi pembelajaran selama 3 jam, mulai pukul 07.30 atau 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB.

Selanjutnya, kapasitas maksimal dibatasi 50 persen dan harus mendapatkan izin dari komite sekolah serta orang tua siswa. Kemudian pada tahap kedua, ada 26 SMP yang akan melaksanakan PTM terbatas.

"Untuk bahan pembelajaran lebih difokuskan kepada edukasi dan pemahaman para siswa tentang bahaya Covid-19 dan sebagainya. Sementara untuk kurikulum akan menyesuaikan," bebernya.

Dalam waktu dekat ini, Pemkot Bogor uga akan menggelar pertemuan dengan para kepala sekolah dan pihak KCD yang menaungi ada 26 SMA/SMK di Kota Bogor. Termasuk dengan para ketua OSIS dan komite dilibatkan secara daring.

"Untuk SMA/sederajat maupun MTS di bawah kewenangan Kantor Cabang Dinas (KCD) Provinsi Jawa Barat dan Kemenag, kami menyarankan agar melakukan hal yang sama, di antaranya hal dan teknis yang sama hingga menyampaikan sekolah-sekolah mana saja yang akan melaksanakan PTM ke Satgas Covid-19 Kota Bogor," tutup Hanafi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini