Share

Polisi Sebut Korban Penembakan di Tangerang Bukan Ustadz, tapi Paranormal

Irfan Ma'ruf, iNews · Selasa 28 September 2021 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 338 2478116 polisi-sebut-korban-penembakan-di-tangerang-bukan-ustadz-tapi-paranormal-XlQSi9jtJQ.jpg Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat. (MNC Portal)

JAKARTA - Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat menegaskan, korban kasus penembakan bernama Marwan alias Alex di Tangerang bukanlan seorang ustadz. Polisi menyebut korban merupakan paranormal.

Tubagus Ade mengatakan, korban pembunuhan Alex merupakan paranormal yang juga tergabung di majelis taklim. Namun, di sana korban sama sekali tidak mengajari mengaji.

"Saya tekankan di sini, korban adalah paranormal. Korban tidak mengajar mengaji," kata Tubagus di Polda Metro Jaya, Selasa (28/9/2021).

Ia menegaskan, kasus penembakan yang menewaskan korban tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan dirinya yang dipanggil ustadz di lingkungan keluarga.

"Peristiwa tidak terkait dengan kapasitas ustad, karena memang dia bukan ustad. Dipanggil ustadz karena menjadi ketua majelis taklim saja," tuturnya.

Polisi menegaskan, pelaku merupakan paranormal yang diduga dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka berhubungan badan dengan istri dan kakak ipar tersangka.

"Kita pastikan bahwa yang bersangkutan atau korban adalah paranormal dari hasil keterangan para saksi yang diperiksa, yang sudah berobat di sana dan barbuk di rumah korban," tuturna.

Pelaku melakukan persetubuhan terhadap istri tersangka ada tahun 2010.

Baca Juga : Polisi: Tiga dari Empat Pelaku Penembakan Ustadz di Tangerang Ditangkap

Dendamnya kembali memuncak hingga sampai melakukan pembunuhan setelah mengetahui kakak ipar yang telah meninggal dunia juga disetubuhi Alex.

"Ada cerita kakak kandungnya meninggal dunia juga menjadi korban yang sama. Ini dugaan dari cerita tersangka M yang menimbulkan dendam dan mengatur melakukan pembunuhan," katanya.

Sejumlah barang bukti diamankan dalam kasus tersebut seperti senjata api, kendaraan sepeda motor dan sejumlah barang bukti lainnya. Para tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider 338 KUHP tentang pembunuhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini