Share

Kasus Penembakan Paranormal di Tangerang, Pelaku Kesal Istrinya Pernah Disetubuhi Korban

Irfan Ma'ruf, iNews · Selasa 28 September 2021 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 338 2478126 kasus-penembakan-paranormal-di-tangerang-pelaku-kesal-istrinya-pernah-disetubuhi-korban-sKoGNJLam2.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Sindonews)

JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang Kota menangkap tiga tersangka kasus penembakan yang menewaskan seorang paranormal berinisial Marwan alias Alex di Tangerang. Motif pembunuhan berencana tersebut terjadi karena dugaan korban yang sebelumnya disebut ustadz itu telah menyetubuhi istri dan kaka iparnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, empat orang tersangka dalam kasus tersebut berinisial M, K, S dan satu orang DPO berinisial Y. Tersangka M merupakan otak di balik kasus pembunuhan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, M sebagai otak kasus pembunuhan tersebut nekat menghabisi korban karena rasa dendam. Dendam tersebut muncul karena korban melakukan hubungan gelap dengan istri korban.

"Rasa dendam ini karena ada dugaan memang kejadian tahun 2010 lalu saat istri tersangka M ini berobat kepada korban yang sebagai paranormal memasang susuk. Yang terjadi korban menyetubuhi," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga : Polisi Sebut Korban Penembakan di Tangerang Bukan Ustadz, tapi Paranormal

Kasus persetubuhan oleh korban tersebut diketahui tersangka M. Diketahui persetubuhan tersebut terjadi pada tahun 2010. Atas peristiwa tersebut tersangka mengaku dendam.

"Kejadian 2010 lalu saat berobat ke sana dan ada rayuan terjadi di rumah korban dan berpindah di hotel di Tangerang," ucapnya.

Tidak terhenti di situ, dendamnya kembali memuncak hingga sampai melakukan pembunuhan setelah mengetahui kakak ipar yang juga menjadi korban persetubuhan yang diketahui saat ini sudah meninggal.

"Ini yang menimbulkan dendam untuk menghabisi korban ditambah ada cerita kakak kandungnya meninggal dunia juga menjadi korban yang sama. Ini dugaan dari cerita tersangka M yang menimbulkan dendam dan mengatur melakukan pembunuhan," tuturnya.

Saat ini polisi masih mengejar satu tersangka lainnya berinisial Y. Para tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider 388 KUHP tentang pembunuhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini