Paranormal di Tangerang Setubuhi Istri Pelaku Penembakan saat Pasang Susuk

Irfan Ma'ruf, iNews · Selasa 28 September 2021 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 338 2478135 paranormal-di-tangerang-setubuhi-istri-pelaku-penembakan-saat-pasang-susuk-dQ9sinDgED.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA- Korban penembakan di Tangerang, Marwan alias Alex ternyata bukan seorang ustadz. Korban merupakan orang yang berprofesi sebagai paranormal.

(Baca juga: 3 Pelaku Penembakan Ustadz Alex Ditangkap, Ini Peran Semua Tersangka)

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, sebagai paranormal, Alex juga tergabung di majelis taklim. Namun korban sama sekali tidak mengajari mengaji atau sebagai ustadz.

"Saya tekankan disini, korban adalah paranormal. Korban tidak mengajar mengaji," tegas Tubagus di Polda Metro Jaya, Selasa (28/9/2021).

(Baca juga: Kasus Penembakan Paranormal di Tangerang, Pelaku Kesal Istrinya Pernah Disetubuhi Korban)

Tubagus kembali menekankan, bahwa kasus penembakan yang menewaskan korban tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan status dirinya sebagai ustadz. Korban sering dipanggil ustadz lantaran sering diucapkan orang lain terhadapnya.

"Peristiwa tidak terkait dengan kapasitas ustad, karena memang dia bukan ustad. Dipanggil ustadz karena menjadi ketua majelis taklim saja," jelasnya.

Polisi menegaskan bahwa pelaku merupakan paranormal yang diduga dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka berhubungan badan dengan istri saat hendak berobat dan masang susuk. Kakak ipar tersangka juga sempat disetubuhinya.

"Kita pastikan bahwa yang bersangkutan atau korban adalah paranormal dari hasil keterangan para saksi yang diperiksa, yang sudah berobat di sana dan barbuk di rumah korban," terangnya.

Dia menjadi korban pembunuhan berencana karena telah menyetubuhi istri dan kakak iparnya. Pelaku melakukan persetubuhan terhadap istri tersangka ada tahun 2010.

Dendamnya kembali memuncak hingga sampai melakukan pembunuhan setelah mengetahui kakak ipar yang juga menjadi korban persetubuhan yang diketahui saat ini sudah meninggal.

"Ada cerita kakak kandungnya meninggal dunia juga menjadi korban yang sama. Ini dugaan dari cerita tersangka M yang menimbulkan dendam dan mengatur melakukan pembunuhan," jelasnya.

Sejumlah barang bukti diamankan dalam kasus tersebut seperti senjata api, kendaraan sepeda motor dan sejumlah barang bukti lainnya. Para tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider 338 KUHP tentang pembunuhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini