Polisi: Kebakaran Lapas Tangerang karena Korsleting Listrik

Erfan Maaruf, iNews · Rabu 29 September 2021 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 338 2478677 polisi-kebakaran-lapas-tangerang-karena-korsleting-listrik-b29dGeVbs6.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Polisi memastikan bahwa penyebab kebakaran Lapas Tangerang karena korsleting arus listrik. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan bahwa kesimpulan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah alat bukti yang terdiri dari keterangan saksi, ahli, surat-surat, serta petunjuk lainnya.

"Berdasarkan dari keterangan ahli, bahwa penyebab kebakaran itu adalah karena korsleting listrik," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat di Polda Metro Jaya, Rabu (29/9/2021).

Tubagus mengungkapkan, kesimpulan itu diambil dari 53 saksi ahli dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan sejumlah ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Indonesia (UI).

Korsleting tersebut disebabkan adanya ketidaksesuaian antara arus listrik dengan hambatan dalam hal ini kabel. Kondisi tersebut menyebabkan arus listrik tidak terkendali sehingga menimbulkan percikan api sebagai sumber utama munculnya kebakaran.

Baca juga: Seorang Napi Jadi Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang, Ternyata Ini Perannya

"Ketika ini dipasang tidak sesuai dengan ketentuan, dipasang secara langsung, maka MCB menjadi tidak berfungsi, terjadi percikan, Itu penyebab titik apinya," tambah Tubagus.

Tubagus menjelaskan berdasarkan penjelasan ahli ada tiga poin atau segitiga api yang menyebabkan api membesar.

Baca juga: Polisi Kembali Tetapkan 3 Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang

Pertama adanya sumber panas, dalam hal ini percikan api akibat korsleting arus pendek listrik tersebut. Kedua adalah adanya unsur oksigen yang membesarkan api. Kemudian ketiga ada bahan bakarnya.

"Kondisi lapas ketika terjadi percikan api, ada lobang lobang, ada rongga rongga yang memungkinkan oksigen itu masuk. Artinya ketersediaan oksigennya ada, dan yang ketiganya ada bahan bakar yaitu triplek yang ada di atas sambungan sambungan tadi, sehingga itulah kemudian terjadinya kebakaran tadi," tuturnya.

Sebelumnya, polisi menetapkan tiga orang tersangka yakni CMM, PBB dan MS. Ketiga tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 tentang kealpaan yang menimbulkan kebakaran.

Saat ini total ada 6 tersangka dengan sebelumnya menggunakan Pasal 359 tentang kelalaian yang mengakibatkan meninggalnya seseorang. Tiga orang tersebut adalah RU, S dan Y.

Baca juga: Bidik Tersangka Baru, Polisi Umumkan Gelar Perkara Lanjutan Kebakaran Lapas Tangerang

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini