Polisi Akui Salah Terapkan Pasal Penilangan, SIM Pengemudi Dikembalikan

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 01 Oktober 2021 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 338 2480002 polisi-akui-salah-terapkan-pasal-penilangan-sim-pengemudi-dikembalikan-9AMTmFG1ld.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Polisi mendatangi langsung kediaman pengemudi mobil yang ditilang di Jalan Perimeter kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Kasat Lantas Polres Bandara untuk menyerahkan surat izin mengemudi (SIM) kepada pemilik. Hal itu dilakukan lantaran ada kesalahan dalam menerapkan pasal penilangan.

Penyerahan SIM yang ditilang tersebut dilakukan setelah Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo meminta maaf atas kesalahan penggunaan Pasal yang diberikan petugas.

Anggotanya menilang pengemudi karena membawa sepeda di dalam mobilnya, namun polisi bertugas menerapkan pasal yang kurang tepat dengan Pasal 307 UU LLAJ tentang kendaraan bermotor angkutan umum, bukan mobil pribadi.

"Kasusnya sudah damai," ujar pengemudi yang ditilang dengan akun Instagram @agus.superyadi dikutip MNC Portal, Jumat (1/10/2021).

Sebelumnya, Sambodo Purnomo Yogo meminta maaf atas kesalahan anggotanya yang melakukan penilangan kepada pengendara mobil membawa sepeda. Dia mengakui anggotanya salah menerapkan pasal dalam kasus tersebut.

"Kami mewakili Direktorat Lalu Lintas meminta maaf dan akan mengingatkan kembali petugas di lapangan, khususnya terhadap petugas tersebut dan akan kita berikan sanksi sesuai kesalahannya," kata Sambodo dalam keterangan tertulis, Kamis 30 September 2021.

Baca Juga : Anak Buah Salah Terapkan Pasal Tilang, Dirlantas Polda Metro Minta Maaf

Sambodo menilai anggota tersebut telah salah dalam menerapkan pasal saat menilang. Dalam konteks tersebut anggota menilang pengemudi mobil pribadi dengan pasal terkait angkutan umum yang melebihi muatan yang dapat membahayakan keselamatan.

"Kami sampaikan bahwa anggota tersebut 'salah' dalam menerapkan Pasal 307 menjelaskan tentang kendaraan bermotor angkutan umum barang, yang membawa barang melebihi dimensi angkutan dan dapat membahayakan keselamatan," kata Sambodo.

Dalam konteks tersebut seharusnya anggota tersebut menerapkan Pasal 283 UU Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). Apabila barang yang diangkut ke mobil penumpang itu dapat mengganggu konsentrasi pengemudi yang dapat membahayakan keselamatan.

"Seharusnya menggunakan pasal 283: 'Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dipengaruhi suatu keadaan dapat mengganggu konsentrasi berkendara' (apabila barang yang ada di dalam kendaraan cukup besar sehingga mengganggu pandangan dan berpotensi membahayakan)," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini