Share

Temuan Kandungan Paracetamol di Teluk Jakarta, Dinas LH DKI: Nanti Didalami

Komaruddin Bagja, Sindonews · Sabtu 02 Oktober 2021 09:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 02 338 2480160 temuan-kandungan-paracetamol-di-teluk-jakarta-dinas-lh-dki-nanti-didalami-S10QAemJVx.jpeg Ilustrasi laut Jakarta. (Foto: Dok Okezone.com)

JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta angkat bicara soal temuan kandungan paracetamol di Teluk Jakarta. Humas DLH DKI Yogi Ikhwan mengatakan, pihaknya tidak secara spesifik meneliti zat yang terdapat di perairan Utara Jakarta itu.

"Kita enggak meneliti parameter itu sih, cuman parameter yang lain, cuma mau check dulu nih apa saja parameter yang kita pantau dari laut Jakarta. Kalau parameter khusus paracetamol kita enggak khusus ke situ deh," kata Yogi kepada wartawan, Sabtu (2/10/2021).

Yogi menambahkan, DLH DKI hanya meneliti kandungan umum seperti kadar logam berat guna melihat kualitas air laut.Ā 

"Kalau paracetamol bukan parameter yang standar ya. Cuma memang si perisetnya meneliti yang lebih spesifik, mungkin karena punya pengalaman tertentu makanya kepikiran ke arah sana. Nanti kita cek juga sih, nanti bisa jadi parameter yang kita ukur juga," tambahnya.Ā 

Baca juga:Ā Diduga Buruknya Pengelolaan Limbah, Paracetamol Cemari Teluk Jakarta

Meskipun begitu, pihaknya mengapresiasi para peneliti yang telah bekerja atas temuan kandungan paracetamol di Teluk Jakarta.

"Kita terima kasih kepada para peneliti yang mau meneliti kualitas air laut, itu kan bagian dair pencemaran. Nanti kita dalami, kita telusuri di mana sumbernya dan akan membuat kebijakan-kebijakan untuk mengatasi pencemaran itu," tutupnya.Ā 

Sebelumnya diberitakan, Teluk Jakarta yang berada di wilayah Jakarta Utara, yakni Angke dan Ancol dilaporkan tercemarĀ paracetamolĀ dengan konsentrasi tinggi.Ā 

Hal ini disebut dalam sebuah studi berjudul 'Konsentrasi Tinggi Paracetamol di Wilayah Perairan Teluk Jakarta, Indonesia' yang ditulis peneliti Oseanografi LIPI, Wulan Koagouw dan beberapa peniliti lainnya. Jadi riset tersebut pada tahun 2019, sebelum Covid-19 atas kerja sama antara lab kami di Pusat Penelitian Oseanografi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).Ā 

"Jadi pada intinya itu kan risetnya tahun 2019-an akhir 2018 atau 2019 ya. Jadi risetnya sebelum covid. Itu riset sebenarnya kerja sama antara lab kami di pusat penelitian oseanografi di BRIN dengan rekan di UK dan kebetulan wulan ini salah satu leadnya yang melakukan riset," ujar Dr. Zainal Arifin dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI di Jakarta pada Jumat (1/10/2021).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini