Peneliti Temukan Kandungan Paracetamol Cemari Teluk Jakarta, Berikut 5 Faktanya

Vanessa Nathania, Okezone · Sabtu 02 Oktober 2021 20:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 02 338 2480293 peneliti-temukan-kandungan-paracetamol-cemari-teluk-jakarta-berikut-5-faktanya-LCz74yUsZb.jpeg Ilustrasi laut Jakarta. (Foto: Dok Okezone.com)

JAKARTA - Penemuan kandungan paracetamol dengan konsentrasi tinggi di Teluk Jakarta tengah jadi pembahasan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta pun angkat bicara setelah adanya temuan tersebut. 

Berikut sejumlah fakta terkait penemuan ini:

1. Berlokasi di Teluk Jakarta

Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa lokasi tepat dari adanya kandungan paracetamol tersebut adalah di wilayah Angke dan Ancol.

2. Temuan Peneliti Oseanografi LIPI

Studi berjudul “Konsentrasi Tinggi Paracetamol di Wilayah Perairan Teluk Jakarta, Indonesia” menemukan adanya kandungan paracetamol di air laut Teluk Jakarta. Studi ini ditulis oleh peneliti Oseanografi LIPI, Wulan Koagouw beserta rekan peneliti lainnya.

Penelitian ini merupakan hasil riset pada tahun 2019, sebelum adanya Covid-19, yang dilakukan atas kerja sama antara lab Pusat Penelitian Oseanografi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) LIPI dengan rekan mereka di UK. 

Menanggapi berita yang sedang ramai diperbincangkan ini, LIPI pun angkat bicara. “Jadi pada intinya itu kan risetnya tahun 2019-an akhir 2018 atau 2019 ya. Jadi risetnya sebelum covid. Itu riset sebenarnya kerja sama antara lab kami di pusat penelitian oseanografi di BRIN dengan rekan di UK dan kebetulan wulan ini salah satu leadnya yang melakukan riset," ujar Dr. Zainal Arifin dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI di Jakarta pada Jumat (1/10/2021). 

3. Tanggapan DLH DKI

Humas DLH DKI, Yogi Ikhwan mengatakan bahwa pihaknya tidak secara spesifik meneliti zat yang terkandung di perairan utara Jakarta ini. 

“Kita enggak meneliti parameter itu sih, cuman parameter yang lain, cuma mau check dulu nih apa saja parameter yang kita pantau dari laut Jakarta. Kalau parameter khusus paracetamol kita enggak khusus ke situ deh,” katanya kepada wartawan.

4. Fokus pada Kadar Logam Berat

Kandungan umum yang diteliti DLH hanya kadar logam berat untuk melihat kualitas air laut.

“Kalau paracetamol bukan parameter yang standar ya. Cuma memang si perisetnya meneliti yang lebih spesifik, mungkin karena punya pengalaman tertentu makanya kepikiran ke arah sana. Nanti kita cek juga sih, nanti bisa jadi parameter yang kita ukur juga," lanjutnya.

5. Apresiasi Langkah Peneliti

Yogi mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada para peneliti yang mau meneliti kualitas air laut.

“Itu kan bagian dair pencemaran. Nanti kita dalami, kita telusuri di mana sumbernya dan akan membuat kebijakan-kebijakan untuk mengatasi pencemaran itu," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini