Salah Terapkan Pasal Tilang, 2 Polantas Ditegur dan Sanksi Disiplin

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Sabtu 02 Oktober 2021 21:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 02 338 2480392 salah-terapkan-pasal-tilang-2-polantas-ditegur-dan-sanksi-disiplin-VmvxHlUGGL.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Ditlantas Polda Metro Jaya menganulir sanksi tilang pengendara mobil Toyota Avanza Hitam yang membawa sepeda. Sebab, pasal yang diterapkan salah saat melakukan penindakan.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argowiyono mengatakan bahwa kedua polisi diberikan sanksi berupa teguran dan sanksi disiplin.

"Sanksinya berupa teguran dan tindakan disiplin. Tindakan disiplin ini kan kita marahin, kita (suruh) push up, suruh lari, itu kan tindakan disiplin," kata Argo kepada wartawan, Sabtu (2/10/2021).

Baca juga:  Anak Buah Salah Terapkan Pasal Tilang, Dirlantas Polda Metro Minta Maaf

"Kan bilang tadi secara SOP sudah betul kan memang diperbolehkan hunting, tapi kadang-kadang kepekaan anggota ini pertimbangannya ini suka ada yang berlebihan ada yang pas," tambahnya.

Kemudian, Argo menyebut bahwa sanksi yang diterapkan kepada anggotanya telah sesuai dengan kesalahan mereka.

"Kecuali saat itu yang bersangkutan melakukan tindakan yang misalnya mukul, atau memaki itu bisa kita sanksi lebih berat. Tapi, kan dia saat divideokan tidak melakukan hal lain, hanya menjelaskan bahwa ini begini-begini, jadi kita sesuaikan dengan kadar kesalahnnya juga," tuturnya.

Baca juga:  Viral, Istri Polisi Membuat Laporan ke Propam Ngaku Suaminya Dianiaya Atasan

Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo meminta maaf atas kesalahan anggotanya yang melakukan penilangan kepada pengendara mobil membawa sepeda. Dia mengakui anggotanya salah menerapkan pasal dalam kasus tersebut.

"Kami mewakili Direktorat Lalu Lintas meminta maaf dan akan mengingatkan kembali petugas di lapangan. Khususnya terhadap petugas tersebut akan kita berikan sanksi sesuai kesalahannya," katanya dalam keterangan tertulis.

Sambodo menilai anggota tersebut telah salah dalam menerapkan pasal saat menilang. Dalam konteks tersebut anggota menilang pengemudi mobil pribadi dengan pasal terkait angkutan umum yang melebihi muatan yang dapat membahayakan keselamatan.

"Kami sampaikan bahwa anggota tersebut 'salah' dalam menerapkan Pasal 307 menjelaskan tentang kendaraan bermotor angkutan umum barang, yang membawa barang melebihi dimensi angkutan dan dapat membahayakan keselamatan," kata Sambodo.

Dalam konteks tersebut seharusnya anggota tersebut menerapkan Pasal 283 UU Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). Apabila barang yang diangkut ke mobil penumpang itu dapat mengganggu konsentrasi pengemudi yang dapat membahayakan keselamatan.

"Seharusnya menggunakan Pasal 283: 'Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dipengaruhi suatu keadaan dapat mengganggu konsentrasi berkendara' (apabila barang yang ada di dalam kendaraan cukup besar sehingga mengganggu pandangan dan berpotensi membahayakan)," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini