Kasus Pria Tewas di Kali Cengkareng, Polisi Tetapkan 6 Tersangka

Dimas Choirul, MNC Media · Selasa 05 Oktober 2021 00:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 338 2481277 kasus-pria-tewas-di-kali-cengkareng-polisi-tetapkan-6-tersangka-YVHG6hTfcL.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

JAKARTA - Polisi menetapkan enam orang tersangka buntut kasus tewasnya RS (27) yang ditemukan mengambang di Kali Banjir Bantal Timur, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.

Adapun identitas keenam tersangka yakni, E (16), PP (16), S (32), HP (26), Z (21) dan MY (19). Sementara dua orang yang juga ikut diamankan kemarin, SWP (16) dan HAR (36) hanya berstatus sebagai saksi.

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng Iptu Bintang menyebut para tersangka merupakan kawanan anak punk yang melakukan pengeroyokan terhadap korban dan temannya.

"Enam orang kita tetapkan sebagai tersangka," kata Bintang saat dikonfirmasi wartawan, Senin (4/10/2021).

Bintang menjelaskan, kejadian pengeroyokan bermula ketika kelompok anak punk yang sedang pulang mengamen, berkumpul dan beristirahat di samping Warung Nasi Uduk yang berada di pinggir Kali Kapuk sekitar pukul 23.00 WIB.

Kemudian, korban RS (27) bersama teman nya A (19) yang terlihat sudah terlihat mabuk menghampiri kelompok anak punk untuk meminjam gitar. Gitar itu pun diserahkan oleh HP kepada RS.

Baca Juga : 8 Orang Diamankan Buntut Kasus Pria Tewas di Kali Cengkareng

Namun, gitar tersebut dikembalikan karena korban tidak bisa memainkan gitar senar tiga. Akhirnya korban mendengarkan musik melalui temannya.

Tak lama kemudian, lanjut bintang, korban RS dan A mengajak kelompok anak punk itu untuk mabuk dan menyuruh tersangka S dan tersangka Z membeli sebotol minuman.

"Saat minum bersama mulai terjadi sedikit cekcok mulut dimana korban RS mengeluarkan kata2 binatang “anjing” akhirnya di tegur oleh kelompok anak punk untuk tidak berbicara kasar," kata Bintang dikonfirmasi, Senin (4/10/2021).

Bintang melanjutkan, saat situasi mereda hingga botol minuman pertama habis, tersangka S dan MY disuruh untuk membeli dua botol minuman lagi untuk diminum bersama.

"Belum juga botol kedua habis, korban RS kembali mengeluarkan kata kata kasar sambil memukul tersangka PP sebanyak 3 kali, selanjutnya di lerai oleh saksi HAR, dan PP di jauhkan dari korban dan disuruh oleh kawan-kawannya untuk istrahat," tuturnya.

Kendati sudah dilerai, korban RS dan A terus mengoceh dan mengeluarkan kata-kata kasar yang membuat emosi kawanan anak punk itu, hingga terjadilah pemukulan oleh HP terhadap RS hingga merembet kepada korban A.

"Korban RS setelah dipukuli langsung ditinggal oleh kelompok anak Punk sedangkan teman korban A yang sedang duduk di pinggir tanggul Dipukul beberapa kali hingga akhirnya terjatuh didorong ke Kali Kapuk dan menyelamatkan diri dengan cara benerang ke tengah Kali," katanya.

Menurut keterangan saksi di sekitar lokasi, bahwa korban RS setelah dipukuli oleh kelompok anak Punk masih tertidur di lokasi dan ditinggal oleh kelompok anak Punk. Beberapa masyarakat yang ingin menolong, namun di tolak oleh RS.

"Mungkin banyak dugaan lah, dalam kondisi mabuk dia (korban) engga sadar apa terjatuh (ke kali) atau bagaimana. Tapi yang jelas, pada saat keroyokan yang dilempar (dorong) ke kali itu temennya korban," tutur Bintang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini