Share

Polisi Bongkar Jaringan Home Industry Tembakau Sintetis

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 05 Oktober 2021 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 338 2481656 polisi-bongkar-jaringan-home-industry-tembakau-sintetis-tB3JizZLcA.jpg Polres Bogor merilis kasus home industry narkoba sintetis (foto: MNC Portal/Putra RA)

BOGOR - Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor kembali mengungkap jaringan home industry tembakau dan biang sintetis. Dari kasus ini, diamankan tiga tersangka dan berbagai bahankan baku serta alat untuk memproduksi tembakau sintetis.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, ketiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial RAN (19), WZ (19) dan MAP (19). Ketiganya berhasil ditangkap di wilayah Bandung, Jawa Barat.

"Kasus ini merupakan pengembangan dari jaringan narkotika tembakau sintetis yang sebelumnya berhasil diamankan dari enam lokasi yang berbeda," kata Harun, di Mapolres Bogor, Selasa (5/10/2021).

Baca juga:  Bongkar Industri Tembakau Sintetis Rumahan di Bogor, Polisi Tangkap Kakak-Adik

Dari hasil pemeriksaan, mereka memproduksi tembakau sintetis di sebuah rumah kontrakan. Polisi pun mendapati berbagai alat dan bahan baku pembuatan tembakau sintetis diantaranya 14 plastik biang sintetis seberat 286,86 gram, tembakau kering seberat 10 kilogram, timbangan, mesin pengaduk, 8 botol alkohol, 8 buah lakban segel putih dan lainnya.

"Produk tembakau sintetis yang dibuat pelaku sudah 2 tahun disebar ke beberapa wilayah di Bogor, Cianjur, Garut, Bandung, Depok dan lainnya. Cara menjualnya melalui media sosial yang biasa diselipkan ke pakaian atau produk-produk tertentu," jelas Harun.

 Baca juga: Polisi Tangkap 2 Pengedar Tembakau Sintesis

Dengan begitu, total kasus jaringan home industry tembakau sintetis yang berhasil diungkap sebanyak 4 kasus dari berbagai wilayah seperti Bogor, Bintaro, Palmerah dan Kota Bandung. Sedangkan, peredaran bahan baku biang sintetis sebanyak 3 kasus di Cianjur, Kota Bandung dan Tangerang Selatan.

"Kita kenakan Pasal 114 (2) dan atau Pasal 112 (2) UU RI No 35 Tahun 2009 ancaman penjara maksimal seumur hidup, minimal 5 tahun dan denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar," tutupnya.

Follow Berita Okezone di Google News

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini