Pemkot Bogor Larang Pelajar Keluyuran ke Mal Usai Sekolah Tatap Muka

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 06 Oktober 2021 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 06 338 2482351 pemkot-bogor-larang-pelajar-keluyuran-ke-mal-usai-sekolah-tatap-muka-qKgO7nE1st.jpg Dedie A Rachim. (Foto: Putra R)

BOGOR - Pemerintah Kota Bogor akan melakukan antisipasi terkait adanya pelajar yang nongkrong di mal usai jam pembelajaran tatap muka (PTM) selesai. Hal itu guna mencegah terjadinya penularan Covid-19 kepada para pelajar selama masa PTM di Kota Bogor.

"Nanti kita berencana Disperindag untuk memanggil pengelola mal, tempat perbelanjaan memastikan tidak ada pelajar yang pulang dari sekolah ke tempat berkerumun yang mengakibatkan risiko. Jadi nanti kita akan briefing mereka," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Rabu (6/10/2021).

Tak hanya itu, pihaknya juga akan terus memonitor para pelajar dengan Dinas Pendidikan, Kantor Cabang Dinas (KCD), Kementerian Agama, Satgas Pelajar hingga Polresta Bogor Kota di luar jam sekolah. 

"Kita kan ada satgas khusus memonitor pelaksanaan PTM. Jadi Satgas itu terdiri dari seluruh anggota Dinas Pendidikan ditambah dengan KCD, juga dari Kementerian Agama juga membantu, dan akan ada Satgas Pelajar yang memang nanti akan memberikan laporan secara rutin kepada kita, manakala ada perbaikan yang harus dilakukan dan ditindaklanjuti. Pak Kapolres kan sudah sampaikan. Satgas Pelajar kita libatkan juga untuk proses pengawasan pra dan pasca mereka tatap muka," jelas Dedie.

Baca juga: Hari Ini, Pemkot Bogor Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Dedie berharap pelonggaran di beberapa sektor dan telah dimulainya PTM di Kota Bogor harus dibarengi dengan tingkat kesadaran masyarakat terkait protokol kesehatan. Meski kondisinya kian membaik, bukan berarti sudah terbebas dari pandemi covid-19 sehingga masih diperlukan kewaspadaan.

"Jadi pelonggaran itu membutuhkan kesadaran dari masyarakat sendiri di bawah pengawasan. Tapi saya lebih mendorong adanya tingkat kesadaran tinggi di masyarakat, bahwa kondisinya meskipun sudah semakin membaik tapi masih belum aman 100 persen. Kita masih mewaspadai terjadinya gelombang baru atau ada sejenis varian baru ini yang tidak kita inginkan. Risiko seperti berkerumunnya pelajar, mobilisasi pelajar, ditambah dengan sosialisasi ke masyarakat. Itu yang betul betul kitaa dorong kesadaran tinggi dari masyarakat," tutupnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini