4 Fakta Begal Sadis di Duren Sawit, Ngaku Polisi hingga Setrum Korban

Tim Okezone, Okezone · Kamis 07 Oktober 2021 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 06 338 2482423 4-fakta-begal-sadis-di-duren-sawit-ngaku-polisi-hingga-setrum-korban-GvnYeXQmnN.jpg Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Seorang pemuda jadi korban begal di di kawasan Kanal Banjir Timur (KBT) Duren Sawit, Jakarta Timur. Selain harta bendanya dibawa kabur, korban juga mengalami kekerasan hingga trauma.

Berikut sejumlah fakta aksi begal sadis di Duren Sawit:

1. Dipukul dan Disetrum

Korban Aulia Rafiqi (23) mengatakan mendapat perlakuan kekerasan dari para pelaku. Korban yang hendak pulang ke Bekasi pada Rabu (6/10/2021) dini hari dipukuli dan disetrum lalu ditinggalkan di pinggir jalan.

Korban yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba dipepet kawanan begal berjumlah lima orang.

Rafiqi menceritakan, aksi begal itu bermula saat dirinya hendak pulang ke Bekasi setelah bekerja di daerah Jakarta Utara.

"Saya mau pulang ke Bekasi waktu itu jam 12 malem. Karena saya belum tahu jalan jadi saya buka Google Maps. Bawa motornya pelan. Pas di BKT diapit sama motor," ujarnya.

2. Mengaku Polisi

Rafiqi mengatakan, sebelum mengambil motor, ponsel dan uang pelaku sempat menuduh dirinya sebagai pemakai narkoba. Para pelaku diperkirakan berjumlah 5 orang mengaku sebagai polisi. 

Baca juga: Polisi Amankan 11 Pelaku Begal di Kalideres, Sejumlah Celurit Disita

"Saya dipaksa ngaku makai narkoba, padahal saya enggak makai, kan bingung. Terus saya dipukulin sama disterum," ujar korban.

3. Tak Bisa Minta Tolong

Rafiqi menuturkan, saat kejadian kondisi jalanan sangat sepi sehingga tidak dapat meminta pertolongan. Setelah pelaku membawa kabur harta rampasan, korban ditinggal di pinggir jalan.

"Saya akhirnya lanjut pulang ke Bekasi, nebeng-nebeng sama orang di jalan, terus saya minta tolong habis jadi korban perampokan. Sampai saat ini saya masih trauma," ucapnya.

4.Pelaku Diduga Masih Remaja

Korban menduga para pelaku masih berusia belasan tahun. Hal itu berdasarkan pengamatannya saat kejadian.

"Sekitar umuran 18 tahun karena saya lihat dari wajah pelaku itu rata-rata masih muda semua," kata dia.

Kendati masih muda, namun para pelaku seperti seorang profesinal saat melancarkan aksinya. Bagaimana tidak, sebelum membawa kabur motor, ponsel hingga uang tunai korban, pelaku sempat menuduh Rafiqi memakai narkoba dan pelaku mengaku sebagai anggota polisi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini