Share

Haul 100 Hari Ki Manteb Sudarsono, Anies Kenang Pemberian Keris

Dimas Choirul, MNC Media · Minggu 10 Oktober 2021 06:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 10 338 2483948 haul-100-hari-ki-manteb-sudarsono-anies-kenang-pemberian-keris-xlsj0yQ0oT.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Instagram)

JAKARTA - Memperingati haul 100 hari wafatnya dalang kondang Ki Manteb Sudarsono, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengenang kembali pertemuan almarhum pada 25 April 2021.

Kenangan itu dibagikan Anies melalui video yang diunggah di akun instagram miliknya @aniesbaswedan. Dalam video itu, Anies menunjukkan keris luk 7 pemberian Ki Dalang Manteb Sudarsono sekaligus menerangkan secara detail makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya melalui unggahan ke media sosial pribadinya.

“Saya terima keris ini sbg kehormatan & Insya Allah dijaga. Begitu juga pesan agar wayang kulit tetap hidup & berkembang,” jawab Anies saat menerima keris dari almarhum Ki Manteb Sudarsono.

Anies saat itu berkunjung ke rumah Ki Manteb bersama Ketua PEPADI Kondang Sutrisna, dan Ketua Paguyuban Seni Budaya Nusantara Yoga Mandira. "68 hari kemudian, 2/7/2021, Ki Manteb wafat," ujarnya.

Baca juga: Ketika Gubernur Anies Sumringah Ketemu Kembarannya Seorang Polisi

Di sela diskusi, almarhum Ki Manteb membuka sebuah kotak, mengeluarkan sebuah keris dan lalu menyerahkannya, sambil menjelaskan tentang keris itu dengan amat detail.

“Saat diskusi, beliau mengeluarkan sebilah keris & cerita," tuturnya.

Baca juga: Anies Targetkan Revitalisasi Masjid Jami Al-Mansyur Rampung Sebelum Ramadhan 2022

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Berikut keterangan Anies Baswedan saat menerima keris dari Ki Manteb Sudarsono:

Keris dlm falsafah jawa adl doa tak terucap & tak tertulis. Sambil menempa, sang empu menghubungkan harapan pemesan dg pencipta lewat doa.

Anatomi keris ini ada 7 lekukan, dlm bahasa Jawa Pitu = Pitulungan (pertolongan). Doa agar ditolong sang pencipta. Keris ini pny Kinatah berbentuk sulur di pangkal bilah. Artinya keris ini berjasa dlm peristiwa besar & jd lambang status sosial pemiliknya.

Keris Ki Manteb dasar penangguhannya adl Keris Sepuh berdapur Carubuk era Mataram, campuran besi, baja & pamor /batu meteor. Istilahnya Ibu Bumi Bopo Angkoso, paduan unsur bumi & langit. Teksturnya Ganggang Kanyut (ganggang hanyut terbawa air) di sepanjang bilah keris dg filosofi aliran tanpa hambatan.

Baca juga: Digusur Ahok dan Dibangun Anies, Kampung-Kampung Ibukota Kini Berdiri Gagah

Tempaan para empu tak main2, presisinya tinggi. Keris stabil & seimbang, bisa berdiri tnp penyangga, hny ditopang ujung runcing keris / gagang kayu bulat melengkung. Warangka (sarung keris) dibuat dari sebidang kayu utuh tnp sambungan.

Sejarahnya, Keris jenis ini dimiliki beberapa tokoh seharah spt Sultan Hadi Wijaya, pendiri Kerajaan Pajang (1549-1582) / dikenal sbg Joko Tingkir penakluk buaya di Sungai Kedung Srengenge. Keris ini dibawa Sunan Kalijaga saat bawa kayu utk tiang Masjid Agung Demak lewat Sungai Kreo. 2 pemilik keris yg dekat dg elemen air.

Baca juga: Jakarta Nol Kematian Covid-19, Anies: Hari yang Patut Disyukuri

Sbg warisan leluhur, keris adl pusaka hasil kerja keras, tekun, material berkualitas, dibuat dg doa. Mahakarya penuh filosofi & tak lekang zaman.

Kita doakan Alm. Ki Manteb Sudarsono dimuliakan di sisi Allah SWT. Insya Allah keris ini sy jaga, rawat & simpan dg baik sbg bagian mencintai & merawat budaya bangsa.

nb: keris ini sdh dilaporkan ke KPK, ditetapkan dlm SK No.1477/2021.

#ABW

Baca juga: Dalang Ki Manteb Sebut Komjen Listyo Identik Werkudoro, Sosok Bijaksana dan Kuat

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini