Kronologi Polisi Banting dan Injak Mahasiswa saat Aksi Demo di Tangerang

Isty Maulidya, Okezone · Rabu 13 Oktober 2021 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 338 2485818 kronologi-polisi-banting-dan-injak-mahasiswa-saat-aksi-demo-di-tangerang-BPdASLo4xP.jpg Kronologi polisi banting mahasiswa/ Okezone

TANGERANG- Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah mahasiswa saat peringatan HUT ke-389 Kabupaten Tangerang di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, berakhir dengan bentrok dengan polisi.

 (Baca juga: Viral Polisi Diduga Banting dan Injak Mahasiswa, Kapolres Tangerang: Kondisinya Sehat!)

Bentrokan itu berawal saat sejumlah mahasiswa hendak masuk ke dalam Gedung Bupati Tangerang, namun dihadang oleh petugas kepolisian. Peserta demo mengatakan bahwa hal itu dilakukan untuk sekedar menyampaikan aspirasi.

 (Baca juga: Pedagang yang Dianiaya Preman Jadi Tersangka, Mabes Polri: Kanit Polsek Dicopot!)

"Kita berusaha masuk, tapi dihadang, kami hanya ingin menyampaikan aspirasi saja," kata salah seorang peserta aksi, Rohmat, Rabu (13/10/2021).

Demo yang berujung kisruh itu juga sempat terekam dalam video amatir yang akhirnya beredar di media sosial. Terdapat satu mahasiswa yang sebelumnya ditarik oleh salah seorang petugas kepolisian yang menggunakan rompi polisi, dan dibanting oleh petugas tersebut.

Sementara itu, Ketua BEM STIE Putra Nusa Perdana Indonesia, Ahmad Saipul menyatakan bahwa ada tindak kekerasan yang dilakukan oleh polisi terhadap rekannya. Dia juga mengecam tindakan aparat yang membanting rekannya.

"Ya, itu rekan kami dari HIMATA (Himpunan Mahasiswa Tangerang), kami mengecam dan sangat sayangkan tindakan itu, dimana ia membanting rekan kami dan itu sudah diluar SOP kepolisian," katanya.

Saipul juga menambahkan aksi demonstrasi yang dilakukan itu merupakan aksi damai dan tertib para mahasiswa dalam menyuarakan aspirasinya ke Pemerintah Kabupaten Tangerang. Aksi tersebut hanya berupa penyampaian aspirasi dari masyarakat kepada pemerintah daerah.

"Ini aksi damai, dan kami tidak merusak fasilitas umum, kami hanya ingin direspon secara baik oleh pemerintah. Namun yang kami dapatkan respon dari kepolisian seperti ini," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini