Anies Baswedan: DKI Jakarta Mitra Strategis Singapura

Tim Okezone, Okezone · Kamis 14 Oktober 2021 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 338 2486340 anies-baswedan-dki-jakarta-mitra-strategis-singapura-bj8VEpfwEG.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta, khususnya Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (JIC) menggelar webinar Insight into Investment Opportunities in Jakarta Province.

Acara ini merupakan ajang promosi investasi DKI Jakarta kepada para calon investor dari Singapura.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh terlaksananya kerja sama investasi dengan menghadirkan berbagai kemudahan dan pendekatan layanan sebagai solusi investasi dan perizinan di Ibu Kota.

“Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia merupakan salah satu mitra strategis Singapura. Oleh karena itu, untuk mendorong peningkatan investasi yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh masyarakat, Pemprov DKI berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para investor dengan mendorong kemudahan berinvestasi dan kemudahan berusaha di Jakarta," ujar Anies dalam sambutannya, Kamis (14/10/2021).

Anies menyampaikan bahwa perekonomian di DKI Jakarta telah berangsur pulih dari Pandemi Covid-19. Hal itu ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota sebesar 10,91 persen year on year (yoy) pada triwulan II tahun 2021.

Mantan Mendikbud itu menilai bahwa hal tersebut menjadi tanda bahwa DKI Jakarta memiliki ketahanan ekonomi meskipun di tengah pandemi.

Baca juga: Sambangi Warteg Family, Anies Beri Nama Bayi Pasangan Jessica dan Imam

“Peningkatan konsumsi domestik mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tahun 2021 sebesar 10,91 persen, hal tersebut menjadi sinyal positif bahwa perekonomian di Jakarta telah berangsur pulih. Dengan perbaikan reformasi birokrasi yang dilakukan, kami memastikan bahwa iklim berinvestasi dan berusaha di Jakarta semakin kondusif,” imbuh Anies.

Adapun dua proyek yang ditawarkan oleh Provinsi DKI Jakarta dalam webinar ini, yaitu proyek Extended Concourse Fatmawati Station oleh PT MRT Jakarta dan proyek Transit Oriented Development Pegangsaan Dua oleh PT Jakpro.

Baca juga: Kepri Tak Tunda Travel Bubble dengan Singapura, Gubernur: Kami Siap Terima Wisman

“Melalui kedua proyek yang ditawarkan pada webinar ini merupakan perwujudan dari cita-cita provinsi DKI Jakarta sebagai provinsi yang memiliki konektivitas yang memadai sehingga mampu menggerakkan kegiatan ekonomi di Jakarta," tutur Anies.

Kepala DPMPTSP DKI Jakarta Benni Aguscandra menegaskan, pihaknya berupaya menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Ibu Kota melalui kehadiran Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (JIC) yang akan memberikan asistensi/ pendampingan kepada investor dalam kegiatan investasi di Jakarta.

“Kami menyambut baik kegiatan webinar ini, sebagai sarana untuk mempertemukan para pengembang dan para calon investor. Diharapkan dapat membuka jalur komunikasi yang lebih luas untuk menjajaki peluang investasi. Kehadiran Unit Pengelola Jakarta Investment Centre dapat menjadi rekan para investor dalam mencari informasi terlengkap seputar proyek-proyek unggulan, nilai investasi, sampai dengan melakukan asistensi/ pendampingan pengurusan perizinan dan nonperizinan,” kata Benni dalam keterangannya.

Ia pun menilai tahun ini menjadi momentum yang tepat untuk menangkap peluang investasi, terlebi pergerakan Penanaman Modal Asing (PMA) di DKI Jakarta menunjukan tren positif, sebagaimana data BKPM RI pada Triwulan II tahun 2021 DKI Jakarta memperoleh sebesar USD 0,96 milyar atau setara Rp14,1 Triliun dari realisasi PMA (Penanaman Modal Asing).

Baca juga: Kabar Baik, Persentase Sembuh Covid-19 di Jakarta Kini Mencapai 98,3%

“Setelah sebelumnya sempat terpukul karena pandemi, kini ekonomi Jakarta berangsur pulih. Tentunya saat ini menjadi momen yang tepat untuk menangkap peluang investasi. DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta senantiasa melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan realisasi investasi di Jakarta yang pada akhirnya akan berdampak pada perluasan lapangan kerja, peningkatan ekonomi masyarakat serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar Asia,” pungkas Benni.

Baca juga: Mulai 6 Oktober Singapura Akan Kurangi Masa Karantina Pelancong

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo menyampaikan bahwa pemerintah saat ini telah banyak melakukan perubahan regulasi dan membuat kebijakan yang pro investasi dalam rangka memfasilitasi investor ke Indonesia sehingga akan menciptakan lapangan kerja dan kemakmuran bagi masyarakat Indonesia.

“Kami mengajak para pengusaha atau investor Singapura untuk berinvestasi di Jakarta. Saat ini berinvestasi atau mendirikan usaha di Jakarta bahkan di Indonesia sudah jauh lebih mudah. Kami berharap hubungan kerja sama yang baik antara Indonesia dan Singapura dapat terus terjalin dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia” tutur Dubes Suryo Pratomo.

Menurut dia, untuk mendatangkan investasi tidak cukup hanya dengan menampilkan potensi dan kekayaan sumber daya alam, namun dengan stabilitas politik dan kondisi ekonomi yang baik maka Indonesia dapat menjadi primadona tujuan investasi.

Baca juga: Integrasi Antar Moda, Anies Resmikan Simpang Temu Dukuh Atas

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini