Aniaya dan Curi HP Penumpang, Sopir Angkot di Kalideres Ditangkap

Dimas Choirul, MNC Media · Kamis 14 Oktober 2021 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 338 2486423 aniaya-dan-curi-hp-penumpang-sopir-angkot-di-kalideres-ditangkap-rAQZFhvERu.jpg Polisi tangkap sopir angkot yang menganiaya dan mencuri HP penumpang. (Foto : Dimas Choirul)

JAKARTA - Seorang sopir angkutan kota (angkot) berinisial IS alias BM (24) ditetapkan sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap korban DY (17).

"Saat ini tersangka diamankan di Polsek Kembangan," kata Kapolsek Kalideres AKP Hasoloan Situmorang di kantornya, Kamis (14/10/2021).

Hasoloan menjelaskan, peristiwa curas tersebut terjadi pada Sabtu (9/10) sekitar pukul 19.00 WIB. Korban DY saat itu tengah menaiki angkot jurusan Kota-Kamal.

"Pelaku dalam melakukan pencurian handphone dengan berpura-pura mengajak korban mengantar uang setoran ke daerah Rawa Buaya menggunakan mobil angkot KWK 06," katanya.

Hasoloan mengatakan, saat itu tersangka membawa korban ketempat yang sepi. Karena ketakutan, korban menengok ke arah jendela mobil dan berteriak minta tolong.

"Tersangka kemudian mengambil kunci roda dan langsung memukul sebanyak 3 kali ke arah kepala belakang korban hingga berdarah. Setelah itu tersangka langsung merampas handphone milik korban dari tangannya," katanya.

Baca Juga : Kasus Kakek 74 Tahun, Pencuri Ikan Resmi Tersangka

Mendengar teriakan minta tolong, lantas sekuriti yang berada di sekitar lokasi mencoba mengejar sumber suara. Tiba-tiba saja korban melompat keluar dari mobil melalui jendela.

Sementara, sang sopir melarikan diri dengan mempercepat laju mobilnya hingga terbalik dekat pintu Tol Kapuk. Atas kejadian itu, korban melapor ke polisi.

Polisi pun bergegas melakukan penyelidikan. Tersangka kemudian ditangkap polisi saat berada di sebuah pom bensin kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (13/10).

Polisi juga mengamankan kunci roda mobil yang digunakan IS saat memukul korban. Selain itu, handphone mlik korban yang sempat dicuri tersangka, juga ikut diamankan.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, IS dikenakan pasal 365 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian disertai kekerasan, dengan ancaman hukuman pidana penjara selama-lamanya sembilan tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini