Korban Pinjol PT ITN : Pinjam Rp2,5 juta, Bayar Rp104 Juta

Dimas Choirul, MNC Media · Kamis 14 Oktober 2021 19:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 338 2486479 korban-pinjol-pt-itn-pinjam-rp2-5-juta-bayar-rp104-juta-6u8yJv6WNd.jpg Dedi, korban pinjol PT Indo Tekno Nusantara (Foto: Dimas Choirul)

JAKARTA - Dedi, korban yang terjerat pinjaman online (pinjol) PT Indo Tekno Nusantara (ITN) mengaku anaknya pernah diintimidasi perusahaan pinjol tersebut. Bentuk intimidasi tersebut mulai dari ancanam sebagai buronan polisi hingga ingin diculik.

"Foto anak saya juga disebar ke relasi-relasi saya, dengan tulis-tulisan yang enggak-enggak," kata Dedi kepada wartawan di Kantor PT ITN di Rukan Crown Blok C1-7, Green Lake City, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (14/10/2021).

Baca Juga:  Polisi Sita Sejumlah Barang Bukti Pinjol Ilegal di Green Lake City

Dedi mengatakan, anaknya telah menjadi korban intimidasi karena pernah meminjam uang senilai Rp2,5 juta ke salah satu aplikasi pinjol milik PT ITN pada 2019. Namun, karena tidak mampu membayar, anaknya kemudian diteror terus menerus.

"Anak saya katanya meminjam uang Rp2,5 juta, berbunga-bunga terus itu dari 2019 totalnya Rp104 juta saya bayar," ungkapnya.

Seperti diketahui, polisi menggerebek kantor PT ITN karena diduga perusahaan tersebut menjalankan praktik pinjol ilegal. Dalam penggerebekan itu, sebanyak 32 orang pekerja diamankan polisi.

Baca Juga:  Usai Digerebek, Kantor Pinjol di Green Lake City Dipasang Garis Polisi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, terdapat 13 aplikasi pinjol yang dikelola PT ITN. Dari jumlah itu 10 aplikasi berstatus legal dan tiga aplikasi lainnya berstatus ilegal.

Yusri menyebut, aktivitas perusahaan ini sudah meresahkan masyarakat, dan bahkan menyebarkan privasi konsumen yang menggunakan jasa mereka. Para kolektor di perusahaan ini dinilai telah membuat stres masyarakat, dari mulai mengancam, hingga menyebarkan konten pornografi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini