Overstay, Ratusan WNA di Bekasi Dideportasi

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Jum'at 15 Oktober 2021 09:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 338 2486643 overstay-ratusan-wna-di-bekasi-dideportasi-Lpn8TMCQEq.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

BEKASI - Sebanyak 124 Warga Negara Asing (WNA) dari berbagai negara diberikan Tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK) oleh Kantor Imigrasi Kelas I NonTPI Bekasi selama dalam kurun waktu delapan bulan ini. Tercatat 100 WNA dideportasi atau dipulangkan ke negara asalnya.

Mereka melanggar peraturan keimigrasian berupa pelanggaran izin tinggal karena melebihi batas akhir visa. Beberapa faktor muncul menjadi penyebab ratusan WNA overstay pada masa pandemi, diantaranya adalah minimnya penerbangan hingga ditutupnya pintu masuk sejumlah negara pada masa pandemi.

Baca juga:  2 Turis Digelandang Polisi Gegara Palsukan Dokumen Tes Covid-19

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I NonTPI Bekasi, Wahyu Hidayat mengatakan, hingga pertengahan tahun ini telah menjatuhkan TAK kepada ratusan WNA di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Mayoritas mereka overstay.

”Sejak Januari mereka sudah melebihi izin tinggalnya,” katanya.

Baca juga:   Langgar Izin Tinggal, WN Thailand dan Filipina Digelandang ke Rudenim Makassar

Bagi WNA yang melanggar izin tinggal kurang dari 60 hari dijatuhi denda administrasi keimigrasian, besarannya Rp1 juta per hari. Lebih dari 60 hari, maka WNA yang bersangkutan akan dideportasi. Selama pandemi, tetap melakukan pengawasan orang asing.

Selama pandemi ini, setiap hari diterjunkan dua tim untuk melakukan pengawasan. Operasi gabungan oleh Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) juga telah dilakukan Maret lalu. Tahun ini, tercatat sebanyak 6.000 WNA tinggal di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi.

Sebagian besar dari mereka datang dengan urusan pekerjaan dan bisnis. Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19, ia menyampaikan tidak ada alasan bagi WNA untuk tidak memperpanjang izin tinggal karena terbatasnya penerbangan menuju negara tujuan dan ditutupnya pintu masuk negara asal.

Sejak tahun 2019 lalu sampai pertengahan tahun deportasi dilakukan kepada 60 WNA, 2020 sebanyak 72 WNA. Tahun ini jumlahnya relatif tinggi, sebanyak 100 WNA sampai dengan pertengahan tahun. Penegakan hukum dan tata kelola harus kembali digalakkan kembali, berikut data WNA:

2021 :

 

- 100 WNA dideportasi

- mayoritas overstay

- jumlah WNA : 6000 orang

- Januari sampai September

2020 :

- 72 WNA dideportasi

- mayoritas overstay

- jumlah WNA : 8.940 orang

- Januari sampai Agustus

2019 :

- 60 WNA di deportasi

- jumlah WNA 5700 orang

- mayoritas overstay

- Januari sampai agustus

Sanksi tindakan administrasi keimigrasian :

 

- Keharusan bertempat tinggal di suatu tempat

- Deportasi

- Pencegahan

Pengawasan dilakukan oleh Timpora (tim pengawasan orang asing)

Denda WNA overstay : Rp1 juta per hari

Denda maksimal sampai 60 hari

Lebih dari 60 hari di deportasi sampai dicekal

Keberadaan WNA di Bekasi :

- Tenaga Kerja Asing (TKA)

- Dalam rangka bisnis

Pelonggaran WNA overstay di Indonesia :

- Mulai berlaku 2 April 2020

- Dasar hukum : Permenkumham nomor 11 tahun 2020

- Dikecualikan bagi WNA overstay lebih dari 60 hari sebeljm 1 Januari 2020

- WNA diberi waktu sampai 20 September 2020 untuk memperpanjang visa kunjungan, izin tinggal terbatas, izin tinggal tetap, dan izin tinggal keadaan terpaksa

- Dasar hukum : Surat Edaran Nomor IMI-GR.01.01-0409 tentang izin tinggal keadaan terpaksa karena faktor pandemi Covid-19

- WNA tidak mengajukan perpanjangan sampai batas waktu kembali dikenakan denda

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini