Restoran Rindu Alam di Puncak Bakal Dibangkitkan Lagi? Ini Reaksi Ade Yasin

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 15 Oktober 2021 20:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 338 2487084 restoran-rindu-alam-di-puncak-bakal-dibangkitkan-lagi-ini-reaksi-ade-yasin-R8AF9f2nlC.jpg Bupati Bogor Ade Yasin (Foto: Putra R)

BOGOR - Bupati Bogor Ade Yasin akan menjadikan eks restoran Rindu Alam di kawasan Puncak, Bogor sebagai ruang terbuka hijau. Hal itu dinilainya lebih baik ketimbang membuka kembali restoran tersebut.

"Kalau saya melihat niat pertama ketika ini nggak diperpanjang, itu memang menjadi jalur hijau," kata Ade Yasin, kepada wartawan, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga:  Ingat, Uji Coba Ganjil Genap Menuju Puncak Masih Diterapkan Akhir Pekan Ini

Ia mengatakan, kawasan Puncak sudah terlalu jenuh dengan ramainya restoran maupun tempat makan. Sehingga, pemanfaatan bekas restoran Rindu Alam itu lebih baik dijadikan ruang terbuka hijau.

"Saya kira ini lebih baik karena Puncak sudah terlalu jenuh. Sudah banyak rumah makan. Nanti difungsikan sebagai ruang terbuka hijau saja," tutupnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menghidupkan kembali wisata di kawasan Rindu Alam dalam rangka pemulihan ekonomi pasca Covid-19. Rencana itu diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau kawasan wisata Rindu Alam beberapa waktu lalu.

"Pemprov Jabar berusaha memanfaatkan kembali daerah wisata Rindu Alam ini untuk meningkatkan pendapatan asli daerah," ucap Uu.

Baca Juga:  3 Pekan Uji Coba Ganjil-Genap di Puncak, Begini Evaluasinya

Secara teori dan legalitas, lanjut Uu, pemanfaatan kembali area tersebut sangat memungkinkan. Namun, perlu hati-hati agar tidak melanggar aturan. Adapun area wisata Rindu Alam ini memiliki tiga tahapan pemanfaatan, yakni sebagai restoran wisata, kafe, serta pusat jajan serba ada (pujasera). Uu memastikan arah pengembangan kembali akan memberi manfaat kepada masyarakat sekitar.

"Mau pakai yang mana, kita ambil yang lebih manfaat, lebih maslahat, tidak merugikan dan juga tidak melanggar aturan yang ada," ungkap Uu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini