Soal Eduwisata Glow di Kebun Raya Bogor, Begini Kata Eks Menteri Era Gus Dur

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 15 Oktober 2021 21:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 338 2487085 soal-eduwisata-glow-di-kebun-raya-bogor-begini-kata-eks-menteri-era-gus-dur-nwwd0OZO2g.jpg Eduwisata Glow (Foto: Putra R)

BOGOR - Polemik rencana pembukaan eduwisata malam Glow di kawasan Kebun Raya Bogor, Jawa Barat masih terus bergulir. Berbagai aspirasi dilontarkan oleh beberapa kalangan terkait wisata tersebut.

Pengamat konservasi Alexander Sonny Keraf mengungkapkan inovasi Glow justru merupakan terobosan yang luar biasa. Dalam arti aset-aset milik pemerintah yang selama ini lebih sebagai cost center dilakukan inovasi manajemen dan tata kelola dengan bergandengan tangan dan bermitra dengan pihak swasta untuk menjadi profit center.

Baca Juga:  Saat Wagub Jabar Makan Bareng dengan Petugas Kebersihan di Pinggir Jalan

Dengan begitu terjadi inovasi yang luar biasa yaitu riset dan konservasi atau lingkungan tidak sekadar riset demi riset atau konservasi demi konservasi. Tapi, harus diramu dalam satu kesatuan lingkungan, konservasi dan ekonomi tanpa menekankan ekonomi lalu mengabaikan konservasi otoritas.

"Kita ambil contoh semua negara di dunia yang disebut sebagai knowledge basic economy atau riset ekonomi, ekonomi yang didasarkan oleh riset, ekonomi yang didasarkan pada inovasi itu memanfaatkan riset untuk kepentingan ekonomi, sebaliknya ekonomi menyumbang terhadap kemajuan riset. Karena kalau tidak negara manapun tidak punya kemampuan, apalagi Indonesia untuk membiayai riset, untuk membiayai ekonomi," kata Sonny dalam keterangannya, Jumat (15/10/2021).

Menurut Sonny, yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup di era Presiden Gus Dur itu menilai bahwa terobosan yang dilakukan ini adalah bahwa riset tidak boleh berhenti hanya menjadi riset. Tetapi riset menyumbang terhadap atau dibungkus, diramu, dikelola secara bisnis.

"Tetapi sebaliknya bisnis berkontribusi terhadap perkembangan riset, karena kalau tidak dana pemerintah terbatas, para peneliti hanya terkungkung pada dana yang terbatas, sehingga punya keterbatasan mengembangkan inovasi yang kreatif yang sesungguhnya bisa dilakukan," ungkapnya.

Baca Juga:  Diduga Usai Pesta Miras, 3 Sopir Angkot di Bogor Tewas

Dirinya berpesan agar Kebun Raya Bogor bisa memanfaatkan hasil riset sebagai sumber pendanaan untuk keberlangsungan penelitian dan riset. Jangan sampai hasil riset berhenti hanya menjadi koleksi.

"Tetapi hasil riset dan pembudidayaan, hasil pengembangbiakan tanaman-tanaman dengan berbagai kultur jaringan, dengan berbagai teknologi yang mereka miliki sesungguhnya tidak hanya sekedar menjadi koleksi dan menjadi pajangan di museum atau laboratorium, tetapi bisa dimanfaatkan secara ekonomi atau bisnis," pungkas Sonny.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini