Polisi Tetapkan 6 Tersangka Kasus Pinjol Ilegal di Jakarta Barat

Jonathan Nalom, MNC Media · Minggu 17 Oktober 2021 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 17 338 2487618 polisi-tetapkan-6-tersangka-kasus-pinjol-ilegal-di-jakarta-barat-h3SRdoIfqA.jpg Penggerebekan kantor pinjaman oline (Foto: MNC Portal)

JAKARTA - Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan sebanyak enam orang tersangka dalam penggerebekan kantor pinjaman online (pinjol) ilegal di Ruko Sedayu Square Blok H 36, Cengkareng, Jakarta Barat. Diketahui penggerebakan tersebut terjadi pada Rabu 13 Oktober 2021 silam.

"Kami tetapkan 6 orang sebagai tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Jakpus Kompol Wisnu Wardana saat dihubungi wartawan, Minggu (17/10/2021).

Wisnu menambahkan, sebanyak enam tersangka tersebut merupakan bagian dari sebanyak 56 orang yang diamankan dalam penggerebakan sebelumnya. Menurutnya, terdapat supervisor perusahaan dalam penetapan tersangka itu, sementara lainnya merupakan debt collector.

Baca juga: YLKI: Ada Ribuan Kasus Korban Pinjol Ilegal

"Nah itu yang kita tetapkan (supervisor), lainnya eksekutor debt collector itu kita tetapkan," ujar Wisnu.

Lebih lanjut, Wisnu mengatakan pihaknya terus melakukan pengembangan dalam kasus tersebut. Adapun, para tersangka diancam dengan Undang-Undang ITE Pasal 27 ayat 4.

Baca juga: 3.515 Pinjol Ilegal Ditindak, Masyarakat Jangan Ragu untuk Lapor!

"Yang lainnya masih dikembangkan, didalami," tandas Wisnu.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) melalui Unit Kriminal Khusus Satreskrim menggerebek ruko yang dijadikan kantor sindikat pinjaman online (pinjol) di kawasan Jakarta Barat. Puluhan karyawan yang bekerja pada kantor pinjol itu diamankan.

“Beberapa barang bukti dan puluhan karyawan sudah kami amankan di kantor sindikat pinjol," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengki Haryadi di Jakarta, Kamis 14 Oktober 2021.

Hengki mengatakan penggerebakan tersebut berawal dari laporan masyarakat. Hengki menjelaskan banyak masyarakat yang mengadukan sindikat pinjol tersebut karena merasa terancam keselamatannya.

"Kami menerima laporan dari masyarakat adanya sindikat pinjol yang mengancam keselamatan warga, akhirnya kami selidiki," tutur Hengki.

Baca juga: Kisah Korban Pinjol Ilegal: Dijebak SMS, Diteror hingga Masuk Rumah Sakit

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini