Anggota DPRD DKI Sesalkan Ada Oknum Ormas Hina Betawi

Agregasi Sindonews.com, · Minggu 17 Oktober 2021 19:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 17 338 2487676 anggota-dprd-dki-sesalkan-ada-oknum-ormas-hina-betawi-5gaKqJpbSN.jpg Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth sesalnya adanya penghinaan terhadap suku Betawi (Foto: istimewa)

JAKARTA - Sebuah video viral di media sosial (medsos) karena ucapan seorang pria yang menghina dan menantang orang-orang suku Betawi di DKI Jakarta dan Bekasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diduga berasal dari salah satu anggota organisasi masyarakat (ormas) berlabel 'Singa Patriot'.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth mengatakan bahwa pernyataan seperti itu seharusnya tidak perlu dilontarkan karena Indonesia mempunyai 1.340 suku bangsa, dan etnis yang bermacam-macam.

"Seharusnya tidak perlu berbicara seperti itu, omongan tersebut sudah tergolong perbuatan menghina dan rasisme, harus Anda ketahui bahwa perbuatan Anda tersebut telah memenuhi unsur Pasal 16 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Dengan pidana penjara selama 5 Tahun menunggu Anda, kalau Anda tidak secepatnya menyelesaikan permasalahan ini," kata Kenneth dalam keterangannya, Minggu (17/10/2021).

"Seharusnya tidak perlu terjadi peristiwa penghinaan terhadap suku apa pun. Indonesia itu memiliki lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa, lebih tepatnya terdapat 1.340 suku bangsa di Tanah Air menurut sensus BPS tahun 2010. Jadi tidak elok jika menghina suku apa pun, terlebih Betawi," tambahnya.

Baca juga: Viral Video Penghinaan, Jawara Bekasi Damin Sada: Melukai Masyarakat Betawi!

Pria yang akrab disapa Kent itu menambahkan, hidup dalam bermasyarakat tidak diperlukan saling menghina hingga mengolok-olok suatu golongan atau suku lainnya. Menurutnya, manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Esa bertujuan untuk saling mengenal dan menghormati.

Baca juga: Video Penghinaan Suku Betawi Viral, Ratusan Anggota Ormas Betawi Jalan Kaki Lapor Polisi

"Kita ini diciptakan dengan keberagaman bersuku-suku dan etnis dengan tujuan untuk saling menghormati. Jika memang tidak nyaman dengan keadaan, ya jangan menghina dan mencaci maki dengan mengeluarkan kata-kata kotor seperti itu. Dengan adanya pertikaian akan membuat tali persaudaraan antar suku bahkan agama menjadi pecah, dan itu sangat bertentangan dengan sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia," ujarnya.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu pun mempunyai cerita tersendiri terhadap sifat warga Betawi. Menurutnya, rata-rata orang Betawi itu tidak pernah usil atau suka mengganggu orang lain, serta tidak pernah mau mencampuri urusan orang lain.

"Tim dan staf saya rata-rata semuanya orang Betawi, saya berjalan dengan Mereka sudah 10 tahun lebih, sudah seperti Keluarga sendiri dan mereka tidak pernah rese, tidak pernah mau usil dan mau mencampuri urusan orang lain, kalau bahasa kerennya," tegas Kepala BAGUNA PDIP DKI Jakarta itu.

Ia pun meminta kepada pelaku penghinaan terhadap suku Betawi meminta maaf atas pernyataan seperti yang terekam di video hingga viral di media sosial.

"Anda seharusnya segera meminta maaf kepada warga Betawi supaya masalah ini selesai dan tidak berkepanjangan. Jika Anda ingin tinggal di Indonesia jangan rasis, negara ini demokrasi yang menganut asas musyawarah dan gotong royong, mungkin tidak Anda sadari bahwa omongan Anda tersebut berindikasi bisa membuat perpecahan," imbuhnya.

Baca juga: Viral Gadis Disekap dan Diperkosa sampai Meninggal Dunia di Halmahera Tengah

Ia pun berpesan, hidup bermasyarakat seyogyanya bisa menjunjung tinggi rasa toleransi antara satu sama lain, saling menghormati, dan saling menghargai agar dapat tercipta kehidupan yang aman, tentram, dan damai.

"Kita harus bisa menjunjung tinggi toleransi, saling menghormati dan menghargai agar hidup ini tentram dan damai. Seperti apa yang disampaikan Bapak Presiden Jokowi, Beda suku, agama, budaya bukanlah penghalang kita untuk bersatu dan bukan penghalang kita untuk hidup harmonis dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Kent sembari mengutip pernyataan Presiden Jokowi.

Baca juga: Sebut Polisi Sebaiknya Diganti Satpam Bank, Pengguna Twitter Dapat Ancaman

Perlu diketahui sebelumnya, beredarnya video oknum ormas marah, mencaci maki hingga menghina Suku Betawi membuat jawara Bekasi berdatangan ke Polres Metro Bekasi Kota, pada Kamis 14 Oktober 2021.

Ketua Umum Jawara Jaga Kampung, Damin Sada mengatakan, oknum tersebut telah melukai masyarakat Betawi. ”Ada oknum yang saya bilang perbuatan tidak menyenangkan terhadap orang Betawi. Jadi jangan sampai berlarut-larut timbul masalah yang lebih besar," ujar Damin Sada.

Agar masalahnya tidak terlalu besar, dia mempercayai kepada pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Sebab, Indonesia adalah negara hukum biar aparat yang menindak tegas. ”Silakan hukum yang berjalan,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini