6 Tersangka Pinjol Ilegal Ditahan, Perannya Teror Warga hingga Kirim Video Porno

Jonathan Nalom, MNC Media · Selasa 19 Oktober 2021 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 338 2488611 6-tersangka-pinjol-ilegal-ditahan-perannya-teror-warga-hingga-kirim-video-porno-yVGlrVluSv.jpg 6 tersangka pinjol ditahan di polres jakpus/ MPI

JAKARTA - Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan enam orang menjadi tersangka, setelah sebelumnya petugas melakukan penggerebekan terhadap satu ruko yang dijadikan kantor pinjaman online (pinjol) ilegal di Sedayu Square, Blok H 36, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu 13 Oktober 2021.

(Baca juga: Tukang Teror Pinjol Digaji Rp20 Juta Sebulan dan Dapat Rumah)

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, sebanyak enam tersangka tersebut langsung ditahan di Mapolres Jakpus.

"Kami sampaikan bahwa dari 56 orang yang kami amankan, sudah terperiksa dan ditingkatkan statusnya sebagai tersangka sebanyak enam orang," ujar Setyo, Selasa (19/10/2021).

(Baca juga: Polda Metro Kembali Gerebek Kantor Pinjol, Kali Ini di Kelapa Gading

Setyo melanjutkan, bahwa keenam tersangka tersebut yakni, IK dan RRL sebagai desk collection atau penagih. JS dan HT sebagai leader, NS selaku supervisor, serta MSA sebagai reporting. Mereka pada tanggal 14 Oktober silam statusnya naik sebagai tersangka bersamaan dengan dilakukan penahanan.

“Jadi keenam orang ini kami naikan status jadi tersangka dan dilakukan penahanan sejak tanggal 14 Oktober 2021 kemarin,” sambungnya.

Adapun, lanjut Setyo, penetapan tersangka dilakukan lantaran keenam orang tersebut menikmati hasil penagihan utang yang nilainya mencapai 12 persen. Oleh karenanya, kata Setyo, keenamnya kerap sekali melakukan penagihan pinjol.

"Karena keenam tersangka ini berkaitan dan saling mengetahui dan menikmati hasil penagihan sebanyak 12 persen," ungkap Setyo.

Atas perbuatan mereka, seluruh tersangka dijerat Pasal 29 juncto Pasal 4 ayat 1 UU RI Nomor 44 tahun 2008 Tentang Pornografi dan atau Pasal 45 ayat 1 juncto Pasal 27 ayat 1 Tentang ITE juncto pasal 55 ayat 1 dan pasal 56 KUHAP. Setyo menjelaskan, bahwa pasal pornografi yang disangkakan karena para tersangka menagih utang dengan cara yang tidak pantas yakni mengeluarkan kata kasar dan menampilkan video porno.

"Saya sudah jelaskan saat rilis pertama kata2 kotor dan menampilkan video-video itu. dan itu sudah dijelaskan Kabid Humas kemarin ya saat rilis pertama di Polda," tutup Setyo.

Seperti diketahui, Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) melalui Unit Kriminal Khusus Satreskrim menggerebek ruko yang dijadikan kantor sindikat pinjaman online (pinjol) di kawasan Jakarta Barat. Puluhan karyawan yang bekerja pada kantor pinjol itu diamankan.

“Beberapa barang bukti dan puluhan karyawan sudah kami amankan di kantor sindikat pinjol," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengki Haryadi di Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Hengki mengatakan penggerebekan tersebut berawal dari laporan masyarakat. Hengki menjelaskan banyak masyarakat yang mengadukan sindikat pinjol tersebut karena merasa terancam keselamatannya.

"Kami menerima laporan dari masyarakat adanya sindikat pinjol yang mengancam keselamatan warga, akhirnya kami selidiki," tutup Hengki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini