Polisi Temukan Obat Depresan Milik Wanita Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo

Erfan Maaruf, iNews · Selasa 19 Oktober 2021 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 338 2488637 polisi-temukan-obat-depresan-milik-wanita-korban-tabrak-lari-di-tol-sedyatmo-NExrpMzGzN.jpg Penemuan mayat di Tol Sedyatmo (foto: istimewa)

JAKARTA - Polisi menemukan mengungkap fakta baru atas peristiwa meninggalnya seorang perempuan berinisial Linda, di Km 28 Tol Sedyatmo arah Bandara Soekarno-Hatta. Dari barang yang dibawa oleh korban, polisi menemukan sejumlah obat depresan.

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, bahwa korban meninggal karena tertabrak kendaraan mobil saat berada di jalan tol. Meski tidak memastikan korban berada di jalan untuk bunuh diri, namun polisi menemukan sejumlah barang milik korban.

Baca juga:  Ternyata Mayat Wanita di Tol Sedyatmo Korban Tabrak Lari Taksi Online

Dari sejumlah barang yang ditemukan polisi menemukan fakta baru bahwa korban tengah berada dalam perawatan dokter. Polisi juga menemukan obat depresan dari tas milik korban.

"Korban di jalan tol ada beberapa alasan yang tidak bisa kami sampaikan karena yang bersangkutan masih dalam perawatan dokter. Di lokasi ditemukan obat anti depresan," kata Ade, Selasa (19/10/2021).

Baca juga:  Penemuan Mayat Wanita Cantik di Tol Sedyatmo Diungkap, Pelaku Sopir Taksi Online

Hal senada dikatakan oleh Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menyebut korban meninggal karena tertabrak oleh RF yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka telah melanggar Pasal 231 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dalam pasal tersebut, dijelaskan tersangka tabrak lari memiliki empat kewajiban yakni (1) menghentikan kendaraan yang dikemudikannya, (2) memberikan pertolongan kepada korban, (3) melaporkan kecelakaan kepada Polri terdekat, dan (4) memberikan keterangan yang terkait dengan kejadian laka.

"Pelaku kita kenakan pasal tabrak lari sebagaimana diatur dalam Pasal 231 ayat 1 bahwa setiap orang yang mengalami kecelakaan lalu lintas memiliki empat kewajiban," kata Sambodo.

Sambodo menyebut jika tersangka melakukan pertolongan atau menghubungi polisi terdekat, RF tidak ditetapkan menjadi tersangka.

"Kalau pengendara memberi pertolongan bisa saja dia kita tidak jadikan tersangka, karena yang bersangkutan melarikan diri jadi masuk ke Pasal tabrak lari dengan ancaman 3 tahun penjara," jelasnya.

Meski begitu, Sambodo menegaskan RF tidak dilakukan penahanan. Sementara penumpang yang diketahui berada di dalam mobil tersebut bersama tersangka akan dimintai keterangan lebih lanjut.

"Penumpang akan dimintai keterangan sebagai saksi. Tersangka karena ancaman 3 tahun tidak ditahan," pungkas Sambodo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini