Kuli Bangunan Nyambi Jadi Bandar Narkoba, Sabu 5 Kilogram Disita

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 19 Oktober 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 338 2488651 kuli-bangunan-nyambi-jadi-bandar-narkoba-sabu-5-kilogram-disita-XNGaL5Oji6.jpg Polres Bogor saat jumpa pers pengungkapan narkoba (foto: MNC Portal/Putra RA)

BOGOR - Satnarkoba Polres Bogor mengamankan seorang bandar besar yang juga kurir narkotika jenis sabu berinisial IH di wilayah Kabupaten Bogor. Dari tangan tersangka, polisi mendapati barang bukti sabu seberat 5,24 kilogram atau senilai Rp6 miliar.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, bahwa penangkapan tersangka IH merupakan kerjasama dengan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Hasil penyelidikan tersangka akhirnya ditangkap dari rumah kontrakan di Cibungbulang beberapa waktu lalu.

"Dia (IH) dari Cilandak, Jakarta Selatan dan kita tangkal di Cibungbulang. Ketika dilakukan penangkapan kita dapati ada padanya barang bukti 1 plastik klip bening berisi 106 gram sabu dan 5 bungkus plastik besar bertuliskan GUANYINWANG berisi sabu dengan berat 5,24 kilogram sabu," kata Harun, di Mapolres Bogor, Selasa (19/10/2021).

Baca juga:  Pengedar Narkoba Tewas di Kantor Polisi

Dari pengakuan tersangka yang diketahui sebagai kuli bangunan itu, mendapatkan pasokan sabu-sabu dari DPO dengan inisial RC. Barang tersebut kemudian diedarkan oleh IH di wilayah Bogor berdasarkan arahan dari RC dengan menggunakan sistem tempel.

"Jadi dia (IH) mengambil barang dari bekasi kurang lebih 6 kilogram dan diedarkan di Bogor," jelasnya.

 Baca juga: Kapolda Metro: Ganja Banyak Dipakai Pemuda yang Akan Tawuran dan Balap Liar

Setiap transaksi, tersangka IH mendapat upah dari RC sebesar Rp 10 juta untuk 1 kilogram sabu. Bisnis haram ini telah dijalankan oleh IH selama kurang lebih satu tahun dengan alasan faktor ekonomi.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Eka Candra mengatakan bahwa dengan narkotika sebanyak itu patut diduga merupakan bagian dari jaringan internasional. Kini, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.

"Kemungkinan kalau jaringan internasional iya, karena sudah banyak diungkap itu dengan bungkus seperti ini GUANYINWANG, kemasan seperti ini. Ini kemasan teh, banyak juga di Polda-Polda lain diungkap dengan kemasan seperti ini," ucap Chandra.

Kemudian dari total barang bukti yang didapat, jika dinominalkan sabu-sabu tersebut senilai kurang lebih Rp 6 miliar. Atas perbuatannya, tersangka IH dijerat dengan Pasal 114 (2) dan atau Psal 112 (2) UU RI Nomor 34 Tahun 2009 tentang narkotika.

"Ancaman pidana penjara seumur hidup atau minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini