Hujan Deras, Kampung Bojong Jengkol Bogor Terendam Banjir

Antara, · Rabu 20 Oktober 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 338 2488881 hujan-deras-kampung-bojong-jengkol-bogor-terendam-banjir-kexWlByvLr.jpg Banjir Kampung Bojong Jengkol, Bogor (Foto: Antara)

SUKARAJA - Kampung Bojong Jengkol, Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terendam banjir hingga sepinggang orang dewasa pada Selasa 19 Oktober 2021 petang, lantaran diguyur hujan deras.

Warga Kampung Bojong Jengkol RT 01/05, Zody Prasetyo (25) menceritakan bahwa area rumahnya mulai digenangi air sekitar pukul 16.00 WIB saat hujan mulai turun. Kemudian, hanya dalam beberapa saat air merendam rumahnya hingga sepinggang orang dewasa.

"Genangan ini akibat ada penyumbatan sampah dan penyempitan bangunan yang menutupi saluran air," kata Zody saat ditemui di rumahnya.

Baca Juga:  Hujan Lebat, 2 Perumahan di Bekasi Terendam Banjir

Genangan air tersebut berangsur surut pada malam hari. Hingga pukul 21.00 WIB, ketinggian air masih sebetis kaki orang dewasa.

Sementara, Ketua RT setempat, Wawan Irawan menyebutkan bahwa hujan deras tersebut merendam lima rumah di wilayahnya. Ia tak menampik jika di kawasan lima rumah tersebut menjadi wilayah langganan banjir, dikarenakan adanya penyempitan saluran air.

"Permasalahannya drainase dipersempit oleh bangunan. Sebelum ada pembangunan, di sini enggak ada banjir," ujar Wawan.

Menurutnya, wilayah tersebut menjadi langganan banjir setelah banyak lahan-lahan irigasi beralih fungsi menjadi bangunan sekitar tahun 2000an. "Sebelum tahun 2000 saluran airnya masih lebar, rumah-rumah belum banyak yang pakai tanah irigasi," terangnya.

Baca Juga:  Waspada! BPBD DKI Ingatkan Cuaca Ekstrem di Jakarta 19-20 Oktober

Wawan mengaku sudah mengajukan pembuatan sodetan kepada pemerintah desa untuk mengatasi banjir menahun di wilayahnya. Ia berencana membuat sodetan sepanjang 90 meter untuk membuang air ke anak sungai di dekat Perumahan Bumi Pesanggrahan, Cilebut.

"Kemungkinan di tahun 2022 karena diajukannya tahun 2021, karena anggarannya di atas Rp200 juta. Kalau kurang dari itu mungkin bisa secepatnya," kata Wawan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini