Kisah Jacklyn Choppers Berhasil Selamat Usai Diberondong 11 Tembakan

Agregasi Sindonews.com, · Rabu 20 Oktober 2021 10:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 338 2488982 kisah-jacklyn-choppers-berhasil-selamat-usai-diberondong-11-tembakan-5DUd3vbomD.jpg Aiptu Jakaria (Instagram)

JAKARTA - Aiptu Jakaria alias Jacklyn Choppers dimutasi ke bidang humas Polda Metro Jaya. Ia dimutasi buntut viralnya video dirinya memeriksa handphone warga tanpa izin.

Sebelum dimutasi, Jacklyn Choppers di Subdit 4 Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Ia ikut andil dalam mengungkap sejumlah kasus. Salah satunya penangkapan terhadap Rangga, pelaku pemerkosaan terhadap remaja yang sedang bermain TikTok di Bekasi.

Jacklyn menuturkan, sebagai seorang reserse, dalam setiap menjalankan tugas, risiko selalu mengintai. Bahkan dalam sebuah peristiwa, dia sampai pada titik antara hidup dan mati.

Jacklyn berkisah pada 2006 di Cawang, ada perampokan mobil mengisi ATM sebesar Rp2,8 miliar. Polda Metro Jaya membentuk tim yang dipimpin AKBP Fadil Imran, yang saat ini menjabat Kapolda Metro Jaya.

Dalam pengungkapkan kasus itu, sejumlah pelaku ditangkap. Namun, ada satu yang lolos yakni otak kejahatan perampokan tersebut. Dalang perampok itu dikabarkan kabur ke Lampung.

Tim Jatanras Polda Metro Jaya mengejar. Di tempat itu, mereka mendapat informasi pelaku ternyata berada di Bandung. Jacklyn dan tim Jatanras Polda Metro pun bergerak memburu.

“Sampai di Bandung, waktu itu jam 11 siang tanggal 7 November 2007, terjadilah baku tembak di Rancaekek,” ujar Jacklyn dalam video yang diunggah di akun YouTube Bamsoet Channel, dikutip Sabtu (20/10/2021).

Jacklyn menuturkan, di dekat pasar, tim Jatanras mencurigai mobil pelaku. Disusunlah skenario penyergapan. Polisi mengetahui pelaku di dalam mobil bersenjata api dan granat.

Oleh para komandan, Jacklyn diingatkan untuk berhati-hati. Namun dalam pikirannya saat itu hanya satu, bagaimana caranya agar pelaku tertangkap.

Baca Juga : Fakta-Fakta Aipda Ambarita, Sempat Gagal Tes Akabri hingga Pimpin Raimas Backbone

Jacklyn melanjutkan, dalam mobil terdapat empat orang pelaku. Tim Jatanras pun menyerbu, Jacklyn ke bagian membuka pintu mobil dan merangsek ke dalam.

Dia pun lantas mencekik sopir mobil. Di situ momen menegangkan terjadi. Saat masuk, tubuhnya disambut dengan berondongan tembakan. Di sisi lain dia juga melontarkan tembakan yang menewaskan pelaku.

"Sebanyak 11 peluru bersarang di tubuh. Di jantung 2 (dekat jantung), 1 di perut kiri, 2 di perut tengah. Satu peluru di lengan kanan, dan tiga di lengan kiri," ujarnya.

“Cuman kita istighfar saja. Di situ ada suatu hal yang di luar nalar. Saat itu komandan juga nangis (dan bilang) ‘Jack jangan sampai (meninggal), harus kuat Jack’,” katanya.

“Di situ ada yang bisikin (mendengar bisikan) sebuah Asmaul Husna yang Jack sama sekali belum pernah baca seumur hidup. Terus baca itu terus,” ujarnya.

Jacklyn meminta komandannya tidak khawatir karena optimis dirinya dapat bertahan hidup. Keyakinannya ini juga didasari dalam situasi antara hidup dan mati itu, dirinya masih dapat bicara lancar.

“Ngobrol lancar, baca syahadat lancar,” ucapnya.

Jacklyn mengungkapkan, pada masa perawatan di rumah sakit itu lengan kirinya yang tertembus tiga peluru hendak diamputasi.

Namun, Jacklyn menolak dan terus berusaha kuat serta yakin tangan itu akan pulih. Kenyataannya lengannya memang dapat kembali difungsikan. Untuk mengingat momen bersejarah dalam hidupnya itu, tiga peluru yang bersarang di lengan kiri dibiarkan hingga saat ini alias tak diambil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini