Diduga Jadi Lokasi Penyekapan 2 Gadis, Warga Geruduk Ruko di Tangsel

Hambali, Okezone · Kamis 21 Oktober 2021 21:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 338 2489817 diduga-jadi-lokasi-penyekapan-2-gadis-warga-geruduk-ruko-di-tangsel-M90Iiotglz.jpg Illustrasi penyekapan (foto: Crypovest)


TANGSEL - Puluhan warga menggeruduk sebuah ruko swalayan di Jalan Ganesa Raya, Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (21/10/21). Lokasi itu diduga jadi tempat penyekapan  dua gadis berinisial R (18) dan M (18).

Informasi yang dihimpun menyebut, R dan M berstatus sebagai pelayan toko di swalayan tersebut sejak sekira 4 bulan lalu. Namun dalam masa itu, keduanya mengaku kerap diintimidasi secara fisik dan lisan.

Baca juga:  Gara-Gara Utang, Dua Pria Disekap dan Dianiaya di Duren Sawit

Keluarga salah satu korban berinisial ADR (46), menuturkan, pihak keluarga dihubungi melalui sambungan telepon 2 hari lalu. Korban pun mengaku disekap dan meminta dijemput ke tempatnya bekerja.

"Dia baru bisa nelepon itu 2 hari kemarin, jam 4 pagi. Kan selama ini handphonenya disita sama majikan, jadi waktu itu ada kesempatan ambil HP nya, terus langsung nelepon ke keluarga minta dijemput," katanya.

Baca juga:  4 Kasus Penculikan Bikin Geger, Korban Disekap hingga Ditusuk

Khawatir dengan kondisi itu, maka pihak keluarga yang tinggal di wilayah Jatiuwung, Kabupaten Tangerang, menghubungi rekannya yang berada di Pamulang. Mereka pun lantas datang mencari lokasi ruko yang dijadikan tempat penyekapan.

"Tadi pagi kita cari bareng-bareng, kita kordinasi juga dengan polisi setempat untuk sama-sama cek," jelasnya.

Begitu sampai di depan ruko, pihak keluarga kembali menghubungi korban melalui sambungan telepon. Sambil menangis, kedua korban menjelaskan bahwa mereka tidak bisa keluar karena semua akses pintu dikunci rapat.

"Kita manggil-manggil, tapi sama majikannya ini nggak dibukain gerbang ruko, bahkan teman kita juga sampai manjat lantai 2 rumah. Polisi akhirnya manggil pakai alat pengeras suara dan membunyikan sirine, barulah majikannya ini keluar bawa adik saya ini," tutur dia.

Baca juga:  Kronologi Direktur Perusahaan Disekap 3 Hari di Hotel, Diduga Pengadaan Alutsista

Mencegah situasi tak terkendali, sejumlah personil polisi dari Polsek Pamulang mengawal ketat pintu masuk ruko. Tak beberapa lama, mediasi pun dilanjutkan ke kantor polisi.

"Mediasinya dibawa semua ke kantor polisi," tambahnya.

Menurut ADR, kedua korban mengaku kerap dipukul oleh majikan perempuan jika melakukan kekeliruan. Sedang majikan laki-laki lebih sering memaki mereka dengan ucapan kasar. Parahnya lagi, kedua korban selalu diawasi dan didampingi saat berada di luar Ruko.

"Kalau dari adik saya ini, kalau ada salah misalnya letakin barang nggak sesuai langsung dipukul sama majikan yang perempuan. Jadi dia ngakunya nggak bisa kemana-mana, diawasi terus," tambahnya.

Selain perlakuan itu, kedua korban juga mengaku jika gajinya tak pernah dibayar penuh sejak awal bekerja. Padahal kedua korban masuk melalui jalur outsourcing dengan kontrak resmi.

"Saat mediasi di Polsek, akhirnya majikannya itu mau membayar sisa gaji keduanya. Kalau untuk penyekapan dan dugaan penganiayaan itu belum kita laporkan karena menunggu kordinasi keluarga kita," ujarnya.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Pamulang Iptu Iskandar membenarkan jika mediasi telah dilakukan antara pihak terkait. Meski begitu, dia belum mendapat laporan resmi dari keluarga korban tentang adanya penyekapan dan kekerasan fisik oleh majikan.

"Sudah dimediasi tadi. Tapi kalau untuk penyekapan dan dugaan kekerasan itu kita belum ada laporannya," jelas Iskandar.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini