Turap Pulo Nangka di Pulogadung Ambles Sepanjang 150 Meter

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Jum'at 22 Oktober 2021 02:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 338 2489859 turap-pulo-nangka-di-pulogadung-ambles-sepanjang-150-meter-qmURGQMv8U.jpg Turap ambles. (Foto: Okto Rizki)

JAKARTA - Turap Pulo Nangka di wilayah Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur ambles pada Selasa (19/10/2021) malam. Diduga amblesnya turap akibat terdampak alat berat pengerukan kali.

Enjar warga sekitar mengatakan, turap aliran Kali Pulo Nangka ambles bertepatan saat adanya pengerukan kali menggunakan alat berat. Alat berat itu mengangkut semua batu besar yang berada di dalam aliran Kali Pulo Nangka.

"Batu besar di bawah aliran kali keangkut sama traktor, jadinya longsor. Akibat turapnya longsor jalan di sekitar turap jadi ambles dan retak-retak," ujarnya di Pologadung, Jakarta Timur, Kamis (21/10/2021).

Akibat amblesnya jalan di sekitar turap, warga pun memasang batang kayu agar jalan tidak dilewati sementara waktu. 

"Kontur tanah ambles ini sangat membahayakan, khawatir jika terus dilalui kendaraan menimbulkan korban. Semoga dapat cepat diperbaiki," ucap Enjar.

Baca juga: Rumah Warga Rusak Tergerus Longsor saat Hujan Deras

Lurah Kayu Putih, Tuti Sugihastuti mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur selaku penanggung jawab penanganan turap. 

Menurut keterangan Sudin SDA, lanjut dia, amblesnya turap di wilayah Kayu Putih, Pulogadung tidak ada sangkut pautnya dengan pengerukan kali maupun akibat adanya alat berat. Amblesnya turap terjadi akibat curah hujan.

"Saya sudah bicara dengan petugas bahwa pengerukan ini tidak sampai dasar di bawah pondasi turap. Tapi apakah ada dampak dari pengerjaan kami juga belum dapat keterangan," ungkapnya.

Tuti menuturkan turap aliran Kali Pulo Nangka yang ambles di wilayah Kayu Putih terdapat di tiga titik dengan total panjang sekitar 150 meter.

Sementara bagian jalan yang ambles dan retak hanya berada di satu titik, tepatnya di Jalan Baru Kayu Nangka dan hingga kini belum diperbaiki Pemkot Jakarta Timur.

"Kami nanti berkoordinasi juga dengan Kasatpel Sudin Perhubungan untuk bagaimana caranya melakukan penanganan. Karena ini berbahaya juga kalau terus dilalui," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini