WN Panama dan Anaknya Diduga Jadi Korban KDRT di Menteng

Komaruddin Bagja, Sindonews · Jum'at 22 Oktober 2021 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 338 2490134 wn-panama-dan-anaknya-diduga-jadi-korban-kdrt-di-menteng-EaxNJquTNQ.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA- Seorang warga Negara Panama, berinisial R dan kedua anaknya APV (11) dan PPV (3) menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

(Baca juga: Tak Terima Kredit Panci Tanpa Izin, Suami Aniaya Istri hingga Tewas)

Ibu dan kedua anaknya itu diduga mendapat kekerasan fisik dan verbal dari PSV. Pria itu merupakan mantan suami dan ayah dari dua anaknya itu.

Kuasa hukum korban, Elza Syarief menjelaskan, klien dan kedua anaknya kerap ditelantarkan oleh PSV.

"Selama berumah tangga, PSV tidak pernah memberikan nafkah lahir dan batin kepada istri dan anak-anaknya. Ia juga sering mabuk-mabukan, memberikan kekerasan fisik dan verbal serta suka menjalin hubungan dengan wanita lain," kata Elza di kawasan Menteng.

(Baca juga: Istri di Manado Dianiaya Suami Karena Ketahuan Joget di Tiktok)

Tak tahan menerima siksaan, R menempuh upaya hukum dengan membuat Laporan Polisi ke Polda Metro Jaya sesuai dengan Surat Tanda Laporan Polisi Nomor TBL/3878/IV/2019/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 27 Juni 2019 atas dugaan Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang dialaminya.

Faktanya PSV telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka, namun tiba-tiba laporan polisi tersebut dihentikan penyidikannya dengan adanya Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) tertanggal 10 September 2020 dengan Nomor B/14679/IX/RES.1.24/2020/Direskrimum jo.

Surat Ketetapan Penghentian Nomor S.Tap/2535/IX/2020 Ditreskrimum tertanggal 09 September 2020. Atas penghentian penyidikan tersebut, Roshni tetap berjuang dengan melakukan upaya hukum Pra Peradilan dengan Nomor Register Perkara 132/Pid.Prap/2020/PN.Jkt.Sel dan dalam amar Putusan Pra Peradilan tersebut dinyatakan bahwa proses penyidikan atas laporan polisi Nomor LP/3878/IV/2019/PMJ/Dit.Reskrimum harus ditindak lanjut kembali.

"Namun hingga saat ini, tidak ada progress dan tindak lanjut terhadap laporan polisi itu," tegas Elza.

Selain itu, PSV juga menelantarkan R dan kedua anaknya dengan tidak memperpanjang Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).

Elza melanjutkan, PSV dilaporkan telah menelantarkan R sebagai isterinya dan tidak memperpanjang KITAP R dan dua anaknya.

"Ketika PSV yang pada saat itu masih berstatus suami sah R dan ayah kandung dari APV dan PPV membuat laporan terhadap Dirjen Imigrasi terkait izin tinggal tetap R yang sudah habis masa berlakunya dan PSV secara sengaja tidak mengurus perpanjangan izin tinggal tetap R dan mencabut sponsor terhadap KITAP R. Tidak hanya itu, PSV menggunakan Lembaga Keimigrasian Republik Indonesia hanya untuk memaksa R untuk segera menyerahkan anak kandungnya kepada PSV," urainya.

"Bahkan pihak keimigrasian RI telah menyatakan bahwa PSV telah memenangkan hak asuh anak pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung ketika Putusan Kasasi belum terjadi dan masih dalam proses pendaftaran berkas,” ujarnya.

Dia melanjutkan, pada saat pertemuan di Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, pada saat itu proses perceraian R dan PSV masih dalam proses kasasi, sehingga seharusnya PSV bertanggungjawab untuk memperpanjang KITAP milik R yang pada saat itu masih berstatus sebagai isterinya sebagaimana Pasal 63 ayat (2) Undang-Undang No. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, yang menyatakan bahwa Penjamin bertanggung jawab atas keberadaan dan kegiatan Orang Asing yang dijamin selama tinggal di Wilayah Indonesia serta berkewajiban melaporkan setiap perubahan status sipil, status Keimigrasian, dan perubahan alamat.

Ia pun berharap kepada para lembaga terkait membuka mata hatinya untuk memperjuangkan nasib ibu dan kedua anaknya yang diduga menjadi korban KDRT.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto mengatakan, kedua anak tersebut mengalami trauma mendalam.

"Bahkan APV sampai takut dan menyatakan ingin bunuh diri karena tidak tahan dengan kelakuan sang ayah," tutup Kak Seto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini