Penumpang Pesawat Keluhkan Pemberlakuan Wajib PCR

Hasnugara, iNews · Sabtu 23 Oktober 2021 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 23 338 2490550 penumpang-pesawat-keluhkan-pemberlakuan-wajib-pcr-J4e93iHI00.jpg Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Okezone)

TANGERANG - Pemerintah melakukan kembali kebijakan dokumen kesehatan bagi penumpang pesawat terbang, di mana sebelumnya penumpang untuk tujuan antar pulau Jawa dan Bali wajib menggunakan dokumen kesehatan antigen, kini wajib mengunakan dokumen PCR.

Hal tersebut tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 53 Tahun 2021 dikuatkan dengan SE Gugus Tugas Nomor 21 Tahun 2021 dan SE Kemenhub Nomor 88. Semunya tentang perubahan dokumen kesehatan beralih ke PCR, namun begitu banyak penumpang di Bandara Soekarno-Hatta yang mengaku mengeluhkan dan keberatan terkait penerapan PCR test yang akan dimulai diberlakukan besok.

Baca Juga:  Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat Mulai 24 Oktober

Suasana Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang nampak ramai dipadati penumpang. Suasana counter check in terlihat dipenuhi penumpang yang antre untuk melakukan boarding. Sudah dua pekan ini tren peningkatan jumlah penumpang. 

Data dari pihak Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno Hatta hari ini saja ada 64 ribu penumpang yang datang dan pergi dan jumlah pergerakan pesawat mencapai 464 pesawat.

Namun, begitu pemerintah kembali melakukan perubahan kebijakan untuk moda transportasi udara, di mana sebelumnya penumpang wajib mengunakan dokumen kesehatan antigen kini berubah kembali dengan menggunakan dokumen PCR.

Hal tersebut tertuang dalam instruksi Mendagri Nomor 53 Tahun 2021 dikuatkan dengan SE Gugus Tugas Nomor 21 Tahun 2021 dan SE Kemenhub Nomor 88 Tahun 2021 tentang petunjuk dan pelaksanaan perjalanan penumpang pesawat di masa pandemi.

Banyak penumpang yang bingung dan kecewa karena peraturan pemerintah yang sering berubah, padahal masa PPKM pulau Jawa dan Bali sudah turun dari level tiga menjadi level dua.

Sehingga penumpang berharap persyaratan sudah dapat digunakan bukan malah ditingkatkan karena bagi penumpang penggunaan dokumen kesehatan PCR sangat memberatkan dari sisi harga, malah yang membinggungkan untuk moda transportasi laut dan darat hanya menggunakan antigen, padahal jarak tempuh lebih lama.

Ponco, salah seorang penumpang pesawat di Bandara Soekarno Hatta untuk tujuan pulau Jawa dan Bali merasa kecewa, karena kebijakan perubahan dokumen kesehatan sangat kurang sosialisasi.

Baca Juga:  PPKM Dilonggarkan, Jumlah Penumpang Bandara Soetta Naik Drastis

Bahkan, ada penumpang sudah memiliki dokumen kesehatan antigen jadi harus beli dokumen PCR kembali karna kurangnya informasi, penumpang berharap jika sudah memiliki dosis vaksin kedua bisa mengunakan dokumen kesehatan antigen.

Namun, bagi pemerintah perubahan kebijakan ini untuk melindungi penumpang, memang ada pelonggaran yang sudah diperbolehkan di antaranya kapasitas kursi penumpang sudah dapat full di dalam pesawat dan anak umur di bawah usia 12 tahun sudah diperbolehkan mengunakan moda transportasi udara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini