Ibu dan Bayinya Tewas Tertimpa Bangunan, Petugas Sesalkan RS Tak Pinjamkan Oksigen

Ari Sandita Murti, Sindonews · Minggu 24 Oktober 2021 02:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 338 2490748 ibu-dan-bayinya-tewas-tertimpa-bangunan-petugas-sesalkan-rs-tak-pinjamkan-oksigen-21RxRtnF9q.jpg Petugas Damkar DKI Jakarta evakuasi korban bangunan runtuh di Kalideres (Foto: istimewa)

JAKARTA - Sebuah bangunan runtuh di Jalan Satu Maret, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat pada Sabtu, 23 Oktober semalam hingga membuat ibu dan anak meninggal dunia. Adapun dalam proses evakuasinya, petugas Damkar DKI Jakarta pun mengalami sejumlah hambatan.

"Hambatan dalam proses evakuasi, kurang sigapnya pihak rumah sakit yang hanya beberapa meter dari lokasi kejadian dan banyaknya warga membandel yang menonton sehingga menghambat proses penanganan," ujar Humas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Mulat Wijayanto saat dikonfirmasi, Minggu (24/10/2021).

Menurutnya, rumah runtuh tersebut terdapat dua lantai dengan kepemilikan Amran (55). Sedangkan korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan merupakan istrinya, Ita (40) dan anaknya, Ardiansyah berumur 1 tahun 4 bulan.

Dari keterangan tetangga korban, awalnya terdengar suara bangunan runtuh dari rumah tersebut. Kemudian tetangganya langsung menghubungi petugas lantaran menduga adanya korban dari perisriwa naas itu.

Baca juga: Damkar: Ibu dan Bayinya Tertimbun Bangunan Runtuh Ditemukan Saling Peluk seperti Menyusui

"Para tetangga mencoba menghubungi si ibu yang dirasa sebelumnya masih ada di dalam rumah bersama anaknya. Sampai di lokasi regu (petugas Damkar) sektor Cengkareng dan Kalideres berusaha mengevakuasi dengan memindahkan barang-barang yang menghalangi jalan masuk ke dalam reruntuhan," tuturnya.

Baca juga: Tertimpa Bangunan Runtuh, Ibu dan Anak di Kalideres Meninggal Dunia

Dia menerangkan, saat menerima informasi dari warga adanya ibu dan anak yang mungkin tertimpa reruntuhan, petugas pun langsung melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan si anak, yang mana saat itu masih bernafas.

Lalu, petugas dibantu warga menaiki sepeda motor membawa bayi malang itu ke rumah sakit, hanya saja saat di rumah sakit itu korban meninggal dunia.

"Anggota meminta tolong unit ambulans menuju lokasi tetapi ditolak pihak RS. Petugas lalu mencoba insiatif meminjam tabung oksigen untuk si ibu karena di lokasi sudah ada perawat yang siap, namun ditolak juga dengan alasan langsung saja dibawa ke rumah sakit itu," tuturnya.

Alhasil, tambahnya, lambatnya kesigapan dari pihak rumah sakit dalam membantu petugas menangani korban reruntuhan itu membuat si ibu kehilangan nyawanya. Damkar DKI Jakarta pun menyesalkan tak sigapnya pihak rumah sakit.

Baca juga: Terkubur 19 Jam, Bocah 4 Tahun Ditarik Hidup-Hidup dari Reruntuhan Apartemen India

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini