Wali Kota Bantah Rumah Sakit Terlambat Beri Oksigen kepada Korban Tertimpa Bangunan Runtuh

Riezky Maulana, iNews · Minggu 24 Oktober 2021 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 338 2491028 wali-kota-bantah-rumah-sakit-terlambat-beri-oksigen-korban-bangunan-rumah-runtuh-ho7mAGIwSA.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko membantah kabar pihak RSUD Kalideres telat memberi oksigen kepada korban ibu dan anak yang tewas tertimpa bangunan runtuh di rumahnya. Menurut dia, sejak awal proses evakuasi pihaknya langsung bergerak cepat.

"Enggak, pelayanan kita kan untuk kemanusiaan ya, tidak ada itu (telat) tidak ada, sejak evakuasi oleh Gulkarmat tim kita sebelum dibawa pun kita sudah kontak RSUD," ujar dia, Minggu (24/10/2021).

Sehingga informasi yang beredar soal RSUD Kalideres telat memberi oksigen dinyatakan tidaklah benar. Oleh karenanya, dia memastikan telah memberikan pelayanan terbaik kepada korban.

"Karena ini musibah kita kan enggak tahu, kita doakan saja semoga almarhumah dan anaknya mendapat tempat yang layak disisi Allah SWT," ungkap ya.

Pihaknya, sambung dia, akan memberikan bantuan kepada anak korban yang masih hidup. Kemudian, setelah ada hasil penyelidikan, pihaknya bakal merobohkan sisa bangunan rumah tersebut.

Baca juga: Kronologi Tewasnya Ibu dan Bayi Tertimpa Reruntuhan Rumah di Kalideres

"Kami menunggu setelah hasil olah TKP dan sekarang kan masih terpasang police line, setelah hasilnya tuntas nanti kita koordinasi lagi dengan unsur kepolisian untuk dilakukan langkah lanjutan dalam rangka pengamanan lingkungan," ucapnya.

Sekedar informasi, sebuah bangunan rumah di Jalan Satu maret RT.01 RW.03, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat roboh pada Sabtu (23/10/2021) malam sekira pukul 21.57 WIB.

Baca juga: Ibu dan Bayinya Tewas Tertimpa Bangunan, Petugas Sesalkan RS Tak Pinjamkan Oksigen

Dalam peristiwa itu, seorang ibu bernama Ita 40 tahun dan anaknya yang berusia 1 tahun 4 bulan tertimpa reruntuhan bangunan.

"Kami langsung berangkat ke lokasi kejadian begitu menerima laporan dari seorang warga. Tetangga mengaku mendengar suara reruntuhan bangunan di sekitar lokasi rumah korban," kata Mulat dalam keterangan tertulis, Minggu.

Mulat memaparkan, ketika ditemukan warga keduanya masih hidup, sebab jantungnya masih berdetak. Menurut dia, kedua korban ditemukan di antara puing-puing reruntuhan bangunan.

"Korban menghembuskan nafas terakhir pada saat perjalanan menuju RSUD Kalideres," paparnya.

Baca juga: Damkar: Ibu dan Bayinya Tertimbun Bangunan Runtuh Ditemukan Saling Peluk seperti Menyusui

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini