Cerita Menegangkan Penumpang Bus Transjakarta saat Tabrakan di Cawang

Widya Michella, MNC Media · Senin 25 Oktober 2021 19:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 338 2491574 cerita-menegangkan-penumpang-bus-transjakarta-saat-tabrakan-di-cawang-S2zS4qUfzF.jpg Hilaludin, penumpang korban kecelakaan bus Transjakarta di Cawang (Foto: Widya Michella)

JAKARTA - Kecelakaan beruntun yang melibatkan dua bus Transjakarta di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021) menyebabkan 39 orang menjadi korban dan dua di antaranya meninggal dunia. Dua armada tersebut sudah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

Beberapa orang korban luka-luka saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Budi Asih, Cawang, Jakarta Timur. Wakil Direktur Pelayanan RS Budhi Asih, Lysbeth Pandjaitan Regina menyebut, sebanyak 15 orang dirawat di instalasi gawat darurat (IGD).

"15 pasien dirawat di IGD RS Budi Asih kedatangan dari mulai pagi tadi jam 10.30-12.30 WIB. 11 pasien laki-laki dan 4 pasien perempuan serta 15 pasien tersebut dua pasien mengalami patah tulang terbuka lengan kiri bawah dan patah tulang tertutup kaki kiri. Kemudian, dua dengan cedera kepala ringan sisanya dengan luka ringan," kata Lysbeth saat ditemui MPI di Jakarta, Senin,(25/10/2021)

Baca Juga:  Sejumlah Korban Kecelakaan Bus Transjakarta Cedera Kepala dan Patah Tulang

Salah satu penumpang, asal Ciledug, Margi (44) mengurai kejadian kecelakaan dua bus Transjakarta. "Kejadiannya di Halte Cawang saya di bus yang paling depan lagi naik turun penumpang, tiba-tiba dari belakang ada trans juga tiba-tiba nabrak kencang sekali. Saya sudah tidak ingat karena jatuh ke bawah dan dada saya sesak. Kejadian sekitar jam 8.30 WIB," kata Margi saat ditemui MPI, Senin (25/10/2021).

Ia menduga kejadian ini akibat rem blong, "kayaknya rem blong," ucapnya.

"Harapannya kita semua pengguna angkutan umum ya ya armada tetap harus diperhatikan dalam kondisi yang layak jalan karena sekarang sudah diimbau untuk menggunakan angkutan umum. Jadi harus diperhatikan juga apakah kendaraan layak jalan atau tidak ya memang ini benar-benar musibah yang terjadi mungkin karena kelalaian manusia juga," harapnya.

Berbeda dengan Rustom Nasution (80) asal Medan yang mengatakan kejadian ini terjadi dikarenakan sopir mengantuk. "Saya mau ke rumah di Cileungsi. Pada di Cawang katanya sopirnya ngantuk tabraknya mobil busway juga saya di busway belakang," ucapnya.

Pada saat kejadian, ia mengingat pintu Transjakarta didobrak semua, dan mereka dikeluarkan satu per satu. "Tangan kanan luka, jempol patah dan kepala terkena serpihan kaca," jelasnya.

Baca Juga:  Polisi Akan Periksa Manajemen Transjakarta Terkait Tabrakan Maut di Cawang

Penumpang lainnya, Hilaludin (45) asal Jakarta yang hendak ke pinang Ranti untuk bekerja ke Pondok Gede. Bahkan, mengira peristiwa itu adalah kebakaran.

"Saya pikir itu kebakaran meledak, posisi saya duduk di belakang bus pertama dihajar di belakang sampai semua kacanya pecah. Saya lihat di samping saya kayak ada yang jatuh berlumuran darah juga," jelasnya.

Hilaludin mengalami luka patah tulang tertutup kaki kiri. "Pas saya mau angkat kaki saya sakit tulang saya berubah. Saya kepengen keluar tapi ternyata kaki saya tidak bisa jalan, takutnya ini kebakaran pikirannya begitu," imbuhnya.

Ia berharap agar pihak Transjakarta dapat lebih berhati-hati terutama hal yang menyangkut keselamatan manusia. "Untuk Transjakarta mungkin lebih baik lagi kondisi mobilnya juga sopirnya juga kudu hati-hati," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini