Pelaku Pinjol Ilegal di Cengkareng Ternyata Sulap Kos-kosan Jadi Kantor

Dimas Choirul, MNC Media · Senin 25 Oktober 2021 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 338 2491617 pelaku-pinjol-ilegal-di-cengkareng-ternyata-sulap-kos-kosan-jadi-kantor-PkeMjwfwHQ.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Maraknya penyedia jasa pinjaman online (Pinjol) ilegal yang ada di Indonesia membuat polisi gencar melakukan penggerebekan. Kali ini, polisi kembali melakukan penggerebekan di salah satu kos-kosan di Jalan Tawangmangu RT 12, RW3, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (25/10/2021) malam.

Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan empat orang yang diduga berperan sebagai collector (penagih) yang mengelola empat aplikasi berbasis financial technologi (fintech) itu.

"Jadi, di kos-kosan ini kita berhasil melakukan penindakan ada dua lokasi atau dua kamar di mana dalam dua kamar ini ada 4 aplikasi pinjaman online ilegal," kata Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis, Senin malam.

Baca Juga:  Terungkap, Pendana Pinjol Ilegal Ini Buat 95 Koperasi Simpan Pinjam Fiktif

Penggerebekan ini, kata dia merupakan tindak lanjut dari laporan warga beberapa hari silam. Ditambahkan Auliansyah, keempat orang ini kerap meneror para krediturnya yang wanprestasi mulai dari santet hingga penyebaran foto-foto tak senonoh. Mereka, lanjutnya, sudah beroperasi sejak 10 bulan lalu.

"Tadi sama-sama sudah kita liat dia melakukan, 'kalau kamu tidak bayar kamu akan saya santet' ataupun 'apabila kalau kamu tidak bayar saya akan kirimkan foto-foto senonoh kamu ke setiap kontak yang ada di HP Anda'," tuturnya.

Kekinian, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap keempat orang pelaku ini. Seperti diketahui, polisi memberikan perhatian terhadap maraknya penyedia jasa pinjol ilegal yang ada di Indonesia. Bahkan, beberapa pengejaran telah diungkap di beberapa lokasi dari lima wilayah Kota di Jakarta sampai Tangerang.

Baca Juga: Lagi, Polda Metro Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Cengkareng

Penggerebekan ini menambah catatan Polda Metro Jaya yang tercatat telah menggerebek lima lokasi pinjaman online dengan sebanyak 13 tersangka dan 105 aplikasi ditemukan di lima lokasi tersebut. Pinjol ilegal meneror korban melalui pesan dan foto berita bohong. Ancaman bahkan memperlihatkan foto konsumen dan dijadikan satu gambar asusila untuk tujuan menekan peminjam dana dengan ancaman-ancaman yang ada.

Tidak hanya itu, pinjol ilegal juga menyebarkan foto asusila tersebut kepada keluarga nasabah, rekan kerja bahkan atasan kantor.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini