Tanyakan Kasus Kematian Bocah Kelas 5 SD yang Tergantung, Orangtua Datangi Polres Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 26 Oktober 2021 20:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 338 2492164 tanyakan-kasus-kematian-bocah-kelas-5-sd-yang-tergantung-orangtua-datangi-polres-bogor-LBYDpZlRkj.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

BOGOR - Pasangan suami istri Sultan Faisal (36) dan Yulianti (34) warga Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor mendatangi Polres Bogor. Keduanya ingin menanyakan kepada polisi perihal perkembangan kasus kematian anaknya yang tidak wajar.

Ibu korban Yulianti mengatakan kasus kematian anak laki-lakinya berinisial MF (12) sempat ditangani oleh Polsek Cariu. Tetapi, sudah hampir dua bulan tidak ada perkembangan hingga keluarga mendapat kabar kasusnya telah dilimpahkan ke Polres Bogor.

"Saya datang ke Polres Bogor menanyakan perihal perkembangan kasus anak kami yang katanya kasus ini sudah dilimpahkan ke Polres Bogor. Saya ingin menanyakan sampai di mana perkembangannya sampai saat ini," kata Yulianti, Selasa (26/10/2021).

Kepada wartawan, Yulianti menceritakan kasus ini berawal ketika MF yang masih duduk di bangku kelas 5 SD pamit keluar rumah untuk membeli kuota internet pada Senin 30 Agustus 2021 malam. Tetapi, dari situ sang anak tidak kunjung pulang ke rumah.

"Jadi dia (MF) dateng ke rumah sampai rumah pergi lagi. Habis ngasih duit dia pamit beli kuota langsung pergi. Itu terakhir saya ketemu dia," ungkapnya.

Sekitar 4 hari kemudian, tepatnya Jumat 4 September 2021 pihak keluarga mendapatkan kabar ada temuan mayat oleh warga di kebun bambu daerah Kecamatan Cariu dalam kondisi sudah sulit dikenali. Selanjutnya, Yulianti bersama suaminya dibawa ke rumah sakit untuk memastikan mayat itu adalah buah hatinya.

Baca Juga : Perempuan Muda Ditemukan Tewas Tergantung di Pintu Belakang Rumah

"Kondisinya mengenaskan. Sudah tidak bisa dikenali. Wajahnya enggak bisa dilihat karena sudah berbentuk tengkorak, ada luka di belakang. Kalau masalah luka lain saya belum tau, karena saya memang enggak kepingin tahu belum tega dengarnya," tutur Yulianti.

Dari beberapa temuan barang-barang, barulah Yulianti dan suaminya meyakini bahwa mayat tersebut merupakan MF buah hatinya yang sempat hilang. Akhirnya, jasad MF dimakamkan oleh keluarga.

"Ciri-cirinya hampir sama, cuma untuk memastikan kita dibawa ke sana. Pas di sana ditemukan barang-barang memang yang terakhir dia pakai," ucapnya.

Sementara, ayah korban Sultan yang bekerja serabutan berharap agar kasus kematian anak keduanya itu bisa segera diusut oleh polisi. Sehingga, pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpal.

"Dengan ini saya menanyakan datang ke Polres Bogor apa benar sudah ada (pelimpahan berkas kasus)? Soalnya kan tidak ada perkembangan dan tidak ada dari pihak kepolisian yang nanya ke saya. Itu aja. Harapan saya sebagai orang tua pengennya kasus ini cepat terungkap," harap Sultan.

Terpisah, Kasi Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena membenarkan adanya kasus tersebut. Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut termasuk akan kembali memeriksa saksi-saksi.

"Perkembangan sampai saat ini kasus perkaranya sudah ditangani Polres Bogor. Kami akan menindaklanjuti perkembangan dan penyelidikanya. Saksi-saksi sudah kami periksa. Namun kami akan melanjutkan pemeriksaan kembali," kata Ita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini