Kesaksian Anggota Resmob soal Tidak Bawa Borgol di Kasus Unlawful Killing Laskar FPI

Ari Sandita Murti, Sindonews · Selasa 26 Oktober 2021 20:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 338 2492174 kesaksian-anggota-resmob-soal-tidak-bawa-borgol-di-kasus-unlawful-killing-laskar-fpi-FMK61pYZig.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

JAKARTA - Anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Toni Suhendar dan anggota Brimob Polda Jawa Barat, Enggar Jati Nugroho dihadirkan secara virtual oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang dugaan kasus unlawful killing laskar FPI di PN Jakarta Selatan, Selasa (26/10/2021). Salah satu yangditanyakan terkait anggota polisi yang saat itu bertugas, kenapa tidak membawa borgol ketika peristiwa maut itu terjadi.

Dalam persidangan, nama Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat disebut-sebut lantaran menjadi salah satu pihak yang memerintahkan polisi untuk melakukan pembuntutan pada rombongan Habib Rizieq Shihab (HRS) dengan surat perintah penyidikan (sprindik).

Hal itu terungkap saat Jaksa bertanya pada anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Toni Suhendar dalam sidang atas terdakwa Briptu Fikri Ramadhan.

"Kombes Tubagus Ade Hidayat, itu yang memperintahkan? Memperintahkan untuk penyidikan dan penyelidikan?" tanya Jaksa di persidangan, Selasa (26/10/2021).

"Iya," jawab Toni secara singkat.

"Tubagus Ade Hidayat Dirkrimum Polda Metro Jaya?" tegas kembali jaksa.

"Iya. Bertujuh, kami mengikuti rombongan pakai mobil," jawab Toni.

Dari perintah tersebut, Toni bersama tujuh personel polisi, termasuk terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M. Yusmin Ohomengi mengikuti rombongan Habib Rizieq dengan menggunakan 3 mobil.

Baca Juga : Sidang Unlawful Killing, Saksi Sebut Ada 4 Samurai di Dalam Mobil Laskar FPI

Jaksa kembali bertanya terkait kesiapan yang dilakukan timnya sebelum berangkat. Toni mengatakan sehari sebelum melakukan pembuntutan pihaknya melakukan breafing lalu melakukan persiapan masing-masing anggota.

"Yang dibawa HP, mobil sama senjata api, masing-masing senjata api. Senjata pegangan, sudah lama pakai," tutur Toni.

Saat proses pembuntutan rombongan Rizieq, Toni mengaku sempat terpisah. Ketika terpisah, dia menerima telpon dari Ipda Elwira untuk datang ke km 50 dan melihat 4 anggota eks Laskar FPI tiarap dengan kondisi tangan tak diikat atau diborgol.

Jaksa lantas menanyakan alasan tidak adanya borgol yang dibawa saat kejadian. Menurut Toni, pihaknya tidak membawa borgol lantaran bertugas untuk mengamati.

"Kenapa tidak membawa borgol?" tanya Jaksa.

"Karena untuk mengamati, jadi kita tidak membawa borgol," jawab Toni.

Sementara itu, anggota Brimob Polda Jawa Barat, Enggar Jati Nugroho menerangkan, saat kejadian yang berlangsung pada 7 Desember 2020 dini hari lalu, dia tengah bertugas memantau jalur pengiriman vaksin dari Jakarta ke Bandung. Pada saat bersamaan, tepat pada pukul 00.30 WIB, satu unit mobil berwarna abu-abu milik Laskar FPI melintas di lokasi tempat Enggar bertugas.

Saat itu, lanjutnya, kondisi mobil dengan jenis Chevrolet Spin itu dalam kondisi pecah ban depan dan belakang serta velg mengeluarkan percikan api imbas adanya gesekan. Mobil tersebut pun menabrak dan berhenti. Tidak lama berselang, ada mobil milik anggota kepolisian berhenti di lokasi.

Orang-orang itu, kata Enggar, berteriak 'polisi' dan langsung ditanya olehnya, "Dari mana? Dijawab dari PMJ (Polda Metro Jaya). Singkat kata, polisi dari Polda Metro Jaya tersebut langsung melakukan penggeledahan di mobil abu-abu milik Laskar FPI tersebut.

Enggar yang juga sempat melongok isi mobil turut mendapati beberapa senjata di dalamnya. Saat proses penggeledahan, empat orang yang berada di mobil abu-abu itu, yang diketahui sebagai Laskar FPI diminta untuk keluar. Setelahnya, empat orang itu diminta untuk tiarap.

"Ada yang mendekati mobil, tidak lama empat orang keluar dari mobil dan dikeluarkan ditiarapkan di sebelah kiri, nggak jauh dua sampai tiga meter dari mobil di area terbuka. Memang di depan warung ada space untuk parkir," papar Enggar.

Enggar menambahkan, senjata yang berada dalam mobil abu-abu itu adalah samurai sebagaimana pengakuan saksi lainnya hingga dua pucuk senjata api jenis revolver.

"Bawa senjata, ada saya lihat bawa senjata jenis pistol, setelah saya mengatur anggota untuk pengamanan area, ada yang membawa dari Chevrolet dibawa keluar, senjata api Revolver dua berwarna abu-abu silver, ada semacam samurai, golok," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini