Cerita Mahasiswi yang Jadi LC hingga Wanita Simpanan Pejabat dan Pengusaha

Helmi Syarif, Koran SI · Selasa 26 Oktober 2021 22:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 338 2492206 cerita-mahasiswi-yang-jadi-lc-hingga-wanita-simpanan-pejabat-dan-pengusaha-qdvBaVLNC7.jpg Lina, seorang mahasiswi yang mulanya LC karaoke, kini jadi wanita simpanan (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Cerita dari dunia malam seakan tiada habisnya, apalagi terkait dengan syahwat para pelakunya. Sebut saja Lina (21), mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta Selatan, ini pernah bekerja sebagai lady companion (LC) atau pemandu lagu karaoke, namun lambat laun kehidupannya mulai berubah saat dirinya mengenal pejabat yang jadi langganan di tempatnya bekerja.

Wanita asal Manado, Sulawesi Utara ini selepas SMA diajak saudaranya mencari pekerjaan ke Jakarta sekitar tahun 2004. Setelah beberapa bulan di ibu kota, dia belum juga mendapatkan pekerjaan hingga akhirnya bertemu seorang kawan yang berasal dari daerah sama di sebuah tempat.

Sang kawan menawarinya menjadi LC karaoke di sebuah tempat karaoke elite di Jakarta Selatan. Awalnya dia enggan menanggapi, namun karena kebutuhan maka di kala itu masih berusia 17 tahun menerima ajakan sang kawan.

Karena belum terbiasa, mula-mulanya Lina canggung lantaran harus memakai pakaian serba minim, namun karena dibimbing sang kawan hanya butuh satu bulan dia sudah terbiasa.

Ketika bekerja sebagai pemandu lagu memang dirinya terlihat seperti dewasa, apalagi dengan makeup di wajahnya. Tidak membutuhkan waktu lama banyak pria tergila-gila, bahkan menjadi pelanggannya. Hingga suatu hari ada pria paruh baya yang hampir tiap minggu membookingnya untuk menemani karaoke.

Tanpa disangka ternyata pria itu seorang pejabat negara. Karena sudah intensif bertemu, si pria kemudian merayu Lina untuk menjadi wanita simpanannya. Dari sinilah dia mulai mengenal dunia simpanan, namun syaratnya dirinya harus berhenti menjadi LC karaoke. “Satu tahun saya kerja di karaoke akhirnya jadi simpanan,” kata Lina saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (26/10/2021).

Menjalani hidup sebagai wanita simpanan memang sedikit risih, terlebih usia pria pejabat negara itu sama dengan ayahnya. Namun, terdesak kebutuhan ekonomi akhirnya Lina pun mau. Hanya dalam hitungan minggu dia langsung disewakan apartemen di Jakarta Pusat.

Baca Juga : Pekerja Hiburan Malam : Kami Janda, Butuh Biaya!

Satu dua bulan Lina memang bahagia di mana segala kebutuhan hidupnya selalu dipenuhi, bahkan dibelikan mobil. Meski secara materil terpenuhi, dia juga harus siap melayani syahwat sang pejabat, kapan pun dan di mana pun. Lama kelamaan Lina jenuh dengan kehidupan seperti ini dan ingin kembali bebas seperti LC karaoke dulu.

Hingga akhirnya ketika hubungan berjalan 8 bulan, Lina meminta pisah karena merasa hidupnya dikontrol, penuh ketakutan, dan minta yang aneh-aneh saat berhubungan seks.

Setelah putus dengan pejabat negara, Lina kembali bekerja di tempat karaoke lamanya dan kembali tinggal di indekos lamanya juga. Baru berjalan satu bulan, dia berkenalan dengan seorang pria asal Kalimantan yang ternyata pengusaha batu bara.

Si pengusaha kepincut dengan paras cantik dan kemulusan bodi Lina. Dia lalu mengutarakan mau menjadikan Lina sebagai istri simpanannya di Jakarta. Lina sempat berpikir dan takut akan kejadian sebelumnya, namun pria berusia 57 tahun itu meyakinkan bakal menjaganya, bahkan memenuhi seluruh keinginan Lina. “Aku akhirnya mau, bahkan waktu ketika menjalin hubungan aku disuruh kuliah dan biayanya ditanggung semuanya,” ujar Lina.

Menurut dia, hubungan dengan pengusaha batu bara sudah berjalan 2 tahun. Selama itu juga dia mendapatkan satu mobil dan bisa membantu perekonomian keluarga hingga merenovasi rumah orangtuanya.

Tak seperti hubungannya dengan pejabat negara, kini Lina bukan lagi di sangkar emas. Dia dibebaskan untuk berteman dengan siapa pun asalkan tidak berbuat macam-macam.

“Karena dia baik ya aku nurutin apa kemauannya. Dia juga tinggalnya di Kalimantan. Cuma kalau ada pekerjaan saja dia baru datang ke Jakarta, paling 2 minggu bisa dua atau tiga hari di Jakarta,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini