Ibu Dua Anak di Bekasi Tewas Dihantam Tabung Gas oleh Suaminya Sendiri

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Rabu 27 Oktober 2021 22:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 338 2492844 ibu-dua-anak-di-bekasi-tewas-dihantam-tabung-gas-oleh-suaminya-sendiri-y6VJBV0AhY.JPG Evakuasi mayat ibu di Bekasi (Foto: MPI/Abdullah)

BEKASI – Seorang ibu rumah tangga ditemukan tewas bersimbah darah di Kampung Keranggan Kulon RT 05 RW 09, Jalan Randu, Kelurahan Jati Raden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/10/2021) dini hari. Novi Safitri (26) tewas dalam kondisi luka parah dibagian kepala akibat dihantam menggunakan tabung gas 3 kg.

Usai menganiaya istrinya, diduga pelakunya suaminya yang bernama Harry Purnomo (30) langsung melarikan diri.

”Setelah memukul kepala istrinya dengan tabung gas langsung melarikan diri, korban Novi ditemukan sudah meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan dan darah berceceran,” kata Alvi Armas, Ketua RT 05.

Menurut dia, peristiwa itu terjadi pada pukul 02:00 WIB. Saat kejadian korban dalam keadaan tertidur pulas. Tiba-tiba suami korban datang dan langsung memukulkan gas 3 kg ke kepala korban. Kemudian warga melaporkan kasus KDRT tersebut kepada pihak kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut.

Alvi menjelaskan, saat kejadian korban sedang tidur bersama kedua anaknya. Warga mengetahui kejadian tersebut setelah anak korban menangis histeris dengan kondisi berlumuran darah. Posisi anak saat itu sedang tidur bersama ibunya.”Kemungkinan dipukul dengan tabung gas itu, darah ada di badan anaknya,” ungkapnya.

Setelah kejadian, kata dia, pelaku langsung melarikan diri. Petugas yang mendapatkan informasi itu langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur guna kepentingan penyelidikan. Kini kasus ini, ditangani Polsek Jatisampurna dan Polres Metro Bekasi Kota.

Kasie Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari membenarkan peristiwa tersebut. Namun, pihak kepolisian masih enggan memberikan keterangan lebih lanjut. Sebab, kasus ini masih dalam penyelidikan.”Iya benar, masih dalam pendalaman,” katanya singkat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini