Kena Ganjil Genap, Pengendara Wanita Ini Panik Mengaku Mau Pulang ke Lampung

Dimas Choirul, MNC Media · Kamis 28 Oktober 2021 09:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 338 2492996 kena-ganjil-genap-pengendara-wanita-ini-panik-mengaku-mau-pulang-ke-lampung-pNiGh0RFHV.jpg Seorang pengendara wanita ditilang karena melanggar ganjil genap (Foto: Dimas Choirul)

JAKARTA - Seorang pengemudi mobil berpelat ganjil, Anggun (25), terlihat panik saat ditilang oleh petugas di ruas Jalan S Parman, Jakarta Barat, Kamis (28/10/2021) pagi. Ia ditilang lantaran melanggar aturan ganjil-genap (Gage) yang mulai berlaku hari ini.

Wanita asal Bandar Lampung itu mengaku tak tahu ada kebijakan Gage di Jalan S Parman. Lantas ia sedikit mengeluh kepada petugas yang menilangnya.

"Pak... (sambil kemayu) saya tadi dari Jakarta Selatan, ini mau pulang ke Lampung sambil ngelihat maps lewat sini, enggak tahu kalau di sini ada ganjil-genap," keluhnya kepada petugas.

Baca Juga:  Pelanggar Ganjil Genap di Kawasan Bundaran Senayan Ditindak Gunakan ETLE

Masih dalam kondisi panik, petugas kemudian menanyakan perihal Surat tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM) miliknya.

Kepada petugas, ia kemudian menyodorkan surat-surat yang diminta tersebut. "Ini pak, itu tertera juga alamat saya," tuturnya.

Petugas kemudian memberikan surat tilang kepadanya sebagai bukti melakukan pelanggaran. Untuk diketahui, sebanyak 15 pengendara mobil berpelat ganjil ditilang pada hari pertama penindakan Gage ruas Jalan S Parman, Jakarta Barat pada hari ini. Baca Juga: Berdalih Tak Tahu Ganjil Genap, Belasan Pengendara Ditilang di Jalan S Parman

Kasat Lantas Wilayah Jakarta Barat Kompol Argadija Putra para pengendara yang diberhentikan itu mayoritas tak tahu mengenai pemberlakuan gage. Padahal, lanjutnya, sosialisasi penerapan Gage sudah dilaksanakan selama tiga hari terakhir.

"Seperti biasa (pelanggar) mengurus tilang nanti bisa ditanyakan ke staf tilang dan langsung ditilang, ada tanggalnya dan bisa langsung ke pengadilan," ungkapnya.

Diketahui, dua ruas jalan di Jakarta Barat telah menerapkan kebijakan Gage mulai Senin 25 Oktober lalu. Kebijakan ini dilakukan di ruas Jalan S Parman dan Jalan Tomang raya. Di mana, jam operasional Gage dimulai sejak pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB. Kebijakan ini berlaku kecuali hari libur.

Para pelanggar Gage akan diberikan penindakan berupa sanksi tilang yang mengacu pada Pasal 287 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yakni denda maksimal Rp500.000.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini