Share

Wagub DKI Klaim Hujan yang Mengguyur Jakarta Tidak Menyebabkan Banjir

Komaruddin Bagja, Sindonews · Kamis 28 Oktober 2021 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 338 2493128 wagub-dki-klaim-hujan-yang-mengguyur-jakarta-tidak-menyebabkan-banjir-YHGH37Ikzl.jpg Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (foto: dok Sindo)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, hujan yang kemarin mengguyur wilayah Jakarta tidak menyebabkan banjir.

"Berdasarkan pemantauan banjir tidak ada genangan yang berarti. Belum ada pelaporan sampai hari ini terkait genangan yang mengakibatkan banjir," kata Ariza di Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Baca juga:  Diguyur Hujan, Jalan DI Panjaitan Macet Parah karena Terendam Air

Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan, ada sejumlah program antisipasi banjir. Menurutnya, efektivitas program tersebut sejauh ini sudah terbukti.

"Mudah-mudahan ke depan dengan program-program yang ada seperti pengerukan, gerebek lumpur, pengerukan waduk sumur resapan dan lain-lain kita bisa mengurangi genangan dan terhindar dari banjir," tutur Ariza.

Bbaca juga: Hujan Deras, Jalan di Kebon Jeruk Terendam Banjir Setinggi 60 Cm

Sekadar informasi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) memberikan peringatan dini cuaca ekstrem. Ini akibat dampak tidak langsung Siklon Tropis Malou, yang terdeteksi di utara wilayah Indonesia.

Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto mengatakan, Siklon Tropis Malou saat ini memiliki kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 45 knot (83 km/jam).

Tekanan di pusatnya mencapai 994 hPa dengan pergerakan sistem ke arah utara dan keluar dari wilayah monitoring TCWC Jakarta dalam 24 jam ke depan dengan intensitas yang menguat.

Selain itu BMKG masih memantau Bibit Siklon Tropis 99W di Laut China Selatan tepatnya di 12.7° LU, 110.6° BT. Kecepatan angin maksimum sistem 99W mencapai 23 knot (42 km/jam) dengan tekanan 1.009 mb dengan pergerakan ke arah barat barat laut menuju daratan Vietnam.

"Diperkirakan bibit 99W akan melemah intensitasnya seiring pergerakan ke arah daratan," kata Guswanto dikutip dari keterangan resminya.

Guswanto menjelaskan, Siklon Tropis Malou posisinya sudah cukup jauh dari wilayah Indonesia, akan tetapi dampak tidak langsung terhadap kondisi gelombang di wilayah Indonesia. Masih dapat terjadi dalam 24 jam ke depan berupa; Gelombang dengan ketinggian 1.25-2.5 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Halmahera.

"Sementara Bibit Siklon Tropis 99W memberikan dampak tidak langsung berupa; potensi hujan sedang - lebat di sebagian besar Kalimantan dan tinggi gelombang 2.4-4.0 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara dan Laut China Selatan," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini