Viral Kakek Pemulung Dituduh Mencuri Dipukul Warga, Begini Kronologi Kejadiannya

Inin Nastain, Koran SI · Kamis 28 Oktober 2021 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 338 2493175 viral-kakek-pemulung-dituduh-mencuri-dipukul-warga-begini-kronologi-kejadiannya-StRE4fkTMd.jpeg Viral kakek pemulung dipukul warga. (Foto: Istimewa)

MAJALENGKA - Kasus viral pemukulan yang dilakukan sejumlah warga terhadap kakek di Desa Cibogor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat masih terus bergulir. Korban bernama Caslam (68), warga Desa Cicadas, Kecamatan Jatiwangi disebut-sebut difitnah sebagai pencuri, yang berakhir kepada pemukulan.

Menyikapi video yang viral itu, Kuwu (Kades) Cibogor  Ricky Harry A.Y mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (24/10/2021) kemarin. Viralnya video pemukulan sendiri berawal saat salah satu warganya, Toto Sukarto (53) kehilangan tas berisi uang Rp1,5 juta dan surat-surat berharga seperti SIM dan STNK. 

Hilangnya tas milik Toto itu saat yang bersangkutan mencari Petai Cina di pinggir jalan, di Blok Senin, desa yang sama. "Pak Toto ini pedagang, nah di sela-sela dagang, dia istirahat, ngopi dulu di warung. Di dekat warung itu ada pohon Bendara (Petai Cina), terus dia ambil. Karena di sini mah, Bendara teh udah bisa dikatakan milik umum, apalagi ini pinggir jalan," kata Ricky kepada MPI di Balai Desa, Kamis (28/10/2021).

Saat mengambil Bendara itu, jelas dia, Toto menaruh tasnya di bawah pohon. Namun sayang, saat selesai, dia langsung pergi ke warung untuk melanjutkan ngopi tanpa membawa tas yang disimpan di bawah pohon itu.

"Setelah ingat, dia balik lagi ke pohon Bendara, ternyata tasnya sudah nggak ada. Saat dia ambil Bendara, di sana ada Pak Caslam, dan Pak Caslam ini pergi saat Pak Toto di warung," jelas dia. 

Karena di lokasi hanya ada Pak Caslam, dugaan Toto cukup kuat bahwa Caslam yang tau keberadaan tasnya itu. Atas pertimbangan itu, Toto langsung mencari Caslam yang berprofesi sebagai pemulung dan biasa mencari barang di desanya itu.

Baca juga: Viral 5 Anggota Satpol PP Diduga Pungli Rumah Makan di Cengkareng, Disanksi Potong Gaji

Namun sayang, Toto tidak menemukan Caslam. "Akhirnya dia mendatangi gerobak Pak Caslam. Karena Pak Caslam ini biasa bawa gerobak rongsokan yang digowes. Tidak lama kemudian, Pak Caslam datang," jelas Kuwu  

Saat ditanya tentang tas miliknya, Caslam sempat tidak mengaku telah mengambil barang milik Toto. Namun, akhirnya Taslam mengaku mengambil, saat ada sejumlah warga lain yang mendatangi mereka.

"Pak Caslam akhirnya ngaku, tapi dengan syarat warga suruh bubar. Dia (Caslam) bilang tasnya disimpen di pekarangan rumah warga, masih di desa Cibogor," jelas dia.

"Setelah itu, dia diminta mengambil tas itu, tapi udah lama enggak datang-datang. Dia ngaku tasnya ditaruh di Blok Selasa. Nah, gerobak itu ditaruh di Blok Minggu, jaraknya sangat dekat," lanjut dia.

Karena Caslam tidak kunjung datang, akhirnya warga berinisiatif mencari yang bersangkutan. Pencarian itu dilakukan juga oleh perangkat desa yang baru pulang dari rapat di Kota Majalengka.

Saat dicari itulah, salah satu perangkat desa menemukan Caslam. Namun, saat dipanggil, jelas dia, Caslam menunjukan gerak gerik yang tidak bersahabat.

"Kaya mau lari gitu. Akhirnya dibawalah ke Balai Desa. Nah, di Balai Desa, dia sempat tidak ngaku, padahal tadi sudah ngaku. Setelah didesak akhirnya dia ngaku," kata Kuwu.

Dengan ditemani perangkat desa, Caslam mengambil tas yang disimpannya itu. Saat diambil, Tas tersebut disembunyikan dengan gundukan sampah di pekarangan rumah di Blok Minggu.

"Benar ada pemukulan. Mungkin karena warga kesal. Apalagi di sini juga akhir-akhir ini banyak warga yang mengaku kehilangan barang," papar dia.

"Kan nggak ada luka berati di bagian muka Pak Caslam. Terus setelah itu, dia juga masih bisa ketawa-ketawa. Itu, setelah dari luar, seperti di video itu, dia dibawa masuk ke Balai Desa, biar lebih aman. Nah di dalam ini, dia sudah bisa senyum-senyum. Dan yang melakukan pemukulan itu bukan dari perangkat desa," lanjut dia. 

Lebih jauh dijelaskan Ricky pada hari yang sama juga langsung dilakukan perdamaian, ditandai dengan penandatanganan di atas materai. Dalam perdamaian itu, pihaknya juga mengundang pemerintahan Desa Cicadas yang diwakili oleh Kadus tempat Caslam tinggal itu.

"Jadi sudah clear, sudah ada kekeluargaan. Dan Pak Caslam juga tampak baik-baik aja," jelas dia.

"Sekarang kondisi di sini yang normal, warga tetap beraktivitas. Pak Toto Alhamdulillah sudah dagang lagi. Dia dagang sayuran pakai motor, keliling gitu," lanjut dia.

Dalam surat pernyataan itu, salah satu isinya disebutkan Caslam dilarang melakukan aktivitas memulung di desa tersebut. "Itu kesepakatan bersama, termasuk dari Pak Caslamnya sendiri," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini