Share

Dinas LH DKI Jakarta: Kendaraan Bermotor Sumber Utama Polusi Udara Ibu Kota

Komaruddin Bagja, Sindonews · Sabtu 30 Oktober 2021 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 30 338 2494125 dinas-lh-dki-jakarta-kendaraan-bermotor-sumber-utama-polusi-udara-ibu-kota-EScuRjfSfk.jpg Polusi udara di Ibu Kota (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor menjadi salah satu penyebab meningkatnya kemacetan dan pencemaran udara di DKI Jakarta.

Peningkatan jumlah dan jenis kendaraan bermotor menyebabkan meningkatnya jumlah emisi yang dikeluarkan berupa Karbon Monoksida (CO), Hidrokarbon (HC), Nitrogen Oksida (NO), hingga debu yang menyebabkan polusi udara.

“Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta mengajak masyarakat pemilik kendaraan bermotor untuk turut serta menjaga kualitas udara Jakarta dengan melakukan pemeliharaan kendaraan secara rutin dan melakukan uji emisi kendaraan bermotor secara berkala,” kata Kadis Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto, Sabtu (30/10/2021).

Berdasarkan penghitungan inventarisasi emisi polusi udara yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bekerja sama dengan Vital Strategies menunjukkan bahwa sumber polusi terbesar di Ibu Kota adalah dari sektor transportasi untuk polutan PM2.5, NOx, dan CO.

"Sementara kontributor kedua adalah industri pengolahan terutama untuk polutan SO2," tambahnya.

Kajian yang dilakukan di tahun 2020 ini bertujuan untuk mengukur kontributor emisi terbesar di Jakarta sebagai landasan pembuatan kebijakan berkaitan dengan polusi udara di Ibu Kota.

Baca juga: Uji Emisi Kendaraan Bermotor, Dinas LH DKI Jakarta: Demi Udara Bersih Ibu Kota

Hal ini berkaitan dengan semakin meningkatnya kegiatan perekonomian di DKI Jakarta sehingga berpotensi meningkatkan polusi udara. Kajian yang menggunakan data tahun 2018 ini secara keseluruhan mencakup sektor transportasi, industri pengolahan, industri energi, residensial, dan konstruksi.

Baca juga: Cara Mengurangi Risiko Terkena Paparan Polusi Udara

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Temuan utama dari kajian tersebut adalah sektor transportasi yang merupakan sumber utama polusi udara, terutama untuk polutan NOx (72,40%), CO (96,36%), PM10 (57,99%), dan PM2.5 (67,03%). Sementara itu sektor industri pengolahan menjadi sumber polusi terbesar untuk polutan SO2 (61,96%) dan merupakan kontributor terbesar kedua untuk NOx (11,49%), PM10 (33,9%), dan PMs2.5 (26,81%).

Temuan tersebut konsisten dengan beberapa kajian yang diadakan sebelumnya oleh Prof. Dr. Ir. Puji Lestari dari Insitut Teknologi Bandung (ITB) di tahun 2019 yang mengungkapkan bahwa sektor transportasi menjadi kontributor terbesar untuk polutan CO (93%), NOx (57%), dan PM2.5 (46%).

"Di kajian tersebut juga diungkapkan bahwa industri pengolahan menjadi kontributor utama untuk polutan SO2 (43%) dan kontributor terbesar kedua untuk transportasi (43%)," tutupnya.

Baca juga: Istana: Jokowi Berkomitmen Terus Tingkatkan Pelayanan Publik

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini